Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Besok PPKM Level 4 Berakhir, Namun Belum Efektif Turunkan Covid-19, Akankah Diperpanjang?
Lampungpro.co, 24-Jul-2021

Amiruddin Sormin 2199

Share

Penyekatan di Jalan Diponegoro, Bandar Lampung, sejak Selasa (13/7/2021). LAMPUNGPRO.CO/SANDY

JAKARTA (Lampungpro.co): Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa-Bali dan 15 kota/kabupten di luar Jawa-Bali, termasuk Bandar Lampung, berakhir besok, Minggu (25/7/2021). PPKM level 4 ini merupakan perpanjangan PPKM darurat yang berakhir Selasa (20/7/2021).


Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama, menilai penerapan PPKM darurat maupun PPKM level 4 belum memberikan dampak penurunan jumlah kasus positif Covid-19. Belum terlihat penurunannya (jumlah kasus positif Covid-19). Kalau pun turun diikuti jumlah tes yang turun juga, kata Bayu Satria Wiratama, sebagaimana dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), Sabtu (24/7/2021).

Meski sempat terjadi penurunan, menurut Bayu, angka tersebut lebih disebabkan jumlah sampel yang di tes menurun. Bahkan hal itu sudah diakui oleh pemerintah sendiri. Sementara persentase jumlah kasus positif cenderung stabil. 

Kalau jumlah yang dites turun otomatis jumlah kasus turun juga. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil, ungkapnya.

Tingginya kasus positif Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini tidak berhubungan dengan efek dari gencarnya program vaksinasi, melainkan masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Bukan karena vaksinnya, karena vaksin aman dan tidak akan menyebabkan sakit Covid-19. Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga, katanya.

Jumlah kasus yang meningkat, lanjutnya, kemungkinan sudah terjadi sejak lama namun tidak terpantau. Sebab, jumlah testing yang masih minim.

Testingnya tidak pernah bisa cukup sehingga data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya. Mungkin sekali pada Juni kemarin sudah tinggi kasusnya namun banyak yang tak terdeteksi (undetected). Bahkan diduga sejak Mei banyak kasus yang tidak terdeteksi sudah ada di masyarakat makanya bisa naik sangat tinggi di juli, ucapnya.

Bayu menyarankan agar pemerintah gencar melakukan program vaksinasi agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat segera tercapai. Namun demikian, apabila laju vaksinasi harian masih rendah maka target pada September untuk herd immunity di Jawa dan Bali akan sulit terealisasi. Laju vaksinasi harian masih sangat rendah. Kecuali kalau bisa vaksinasi dua juta per hari, papar dia.

Soal banyaknya kasus kematian pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit dan isolasi mandiri (isoman) di rumah, katanya, pemerintah perlu memperbanyak lagi lokasi dan tempat isolasi mandiri terpusat. Sehingga bisa terpantau dengan baik dan bisa disaring lebih awal bagi mereka yang mengarah ke gejala yang lebih berat. Pasien dengan gejala berat bisa terpantau dengan baik, imbuhnya.

Terkait apakah PPKM level 4 akan dilonggarkan (relaksasi), dilanjutkan, atau diperketat? Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang menjadi Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan akan melakukan evaluasi. "Pemerintah melakukan evaluasi dan monitoring selama lima hari (21-25 Juli 2021) sebagai dasar mengambil keputusan relaksasi PPKM secara bertahap di tiap kabupaten/kota," kata juru bicara Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi, kepada detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Dia melanjutkan, "Besok kami harap sudah ada hasil evaluasi," kata Jodi. "Sembari proses evaluasi berlangsung, pemerintah meminta seluruh kepala daerah untuk terus memperbaiki indikator penanganan Covid-19 di daerahnya agar nanti kebijakan relaksasi/pembukaan bertahap berjalan baik dan masyarakat siap menjalaninya dengan penuh tanggung jawab," kata Jodi.

Namun kasus Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Hal ini, terbukti dari tambahan kasus yang masih lebih dari 40 ribu per hari. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, pada Sabtu (24/7/2021) hingga pukul 12.00 WIB, tambahan kasus positif harian tercatat 45.416. Sehingga secara total jumlah positif di Indonesia menjadi 3.127.826 kasus. (***)

Editor: Amiruddin Sormin

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Tepuk Tangan, Air Mata, dan Guru PPPK...

Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...

7673


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved