BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim BESTARI SAINTEK Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus mendorong hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat implementasi teknologi hormon sintetik berbasis ekstrak keong mas dalam mendukung industri pembenihan ikan nila yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bersama Kelompok Tani Puji Santoso di Pekon Puji Harjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada 11 Juli 2026, serta audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung pada 21 Juli 2026.
Kedua agenda itu merupakan bagian dari program riset bertajuk "Implementasi Hormon Sintetik Berbasis Ekstrak Keong Mas dengan Pendekatan Living Lab untuk Mendukung Industri Pembenihan Ikan Nila."
Ketua Tim BESTARI SAINTEK Polinela, Dr. Nuning Mahmudah Noor, menjelaskan, pendekatan living lab dipilih agar inovasi yang dikembangkan di kampus dapat langsung diuji dan diterapkan bersama masyarakat.
Melalui sosialisasi tersebut, tim memberikan pemahaman kepada anggota Kelompok Tani Puji Santoso mengenai tujuan program, tahapan pelaksanaan, hingga peran kelompok tani sebagai mitra utama dalam implementasi teknologi.
Dalam kesempatan itu, tim juga memperkenalkan potensi pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku ekstrak untuk pembuatan pakan fungsional ikan nila. Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan solusi bagi dua sektor sekaligus, yakni mengurangi populasi hama keong mas di lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila.
Sebagai mitra living lab, Kelompok Tani Puji Santoso menyatakan kesiapannya menyediakan lahan sebagai lokasi demonstration plot (demplot). Lahan tersebut nantinya menjadi tempat implementasi teknologi, pengamatan, evaluasi, hingga pembelajaran bagi petani dan masyarakat sekitar.
Tim BESTARI SAINTEK Polinela akan mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan benih ikan nila serta pakan fungsional yang telah diformulasikan menggunakan ekstrak keong mas. Teknologi itu akan diuji untuk mendukung pertumbuhan ikan sekaligus menghasilkan populasi ikan nila monoseks yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ketua Kelompok Tani Puji Santoso, Sardi, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, inovasi yang dibawa Polinela menjadi peluang bagi petani untuk memperoleh teknologi baru yang bermanfaat.
"Kami menyambut baik program ini dan siap menjadi bagian dari pelaksanaannya. Kelompok Tani Puji Santoso berkomitmen menyediakan lahan serta mendukung seluruh tahapan kegiatan," ujar Sardi.
Tak hanya menyediakan lahan, kelompok tani juga akan terlibat dalam pemeliharaan ikan, pengumpulan data budidaya, evaluasi teknologi, hingga penyediaan keong mas hasil pengendalian hama sawah sebagai bahan baku ekstraksi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun model ekonomi sirkular, di mana keong mas yang selama ini dianggap sebagai hama pertanian dapat diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomi bagi sektor perikanan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan pernyataan kesediaan Kelompok Tani Puji Santoso sebagai mitra program. Kedua belah pihak juga sepakat melakukan koordinasi dan evaluasi secara berkala agar implementasi teknologi berjalan optimal.
Apabila hasil demplot menunjukkan capaian yang positif, teknologi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan dukungan bersama DKP Provinsi Lampung
Untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah, Tim BESTARI SAINTEK Polinela juga melakukan audiensi dengan DKP Provinsi Lampung. Tim diterima oleh Kepala Bidang Budidaya DKP Provinsi Lampung, Nazdan, bersama jajaran terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Nuning Mahmudah Noor memaparkan perkembangan riset, tahapan implementasi, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian.
DKP Provinsi Lampung menyatakan siap menjadi mitra strategis dalam menghubungkan hasil riset Polinela dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pendampingan pembudidaya, penyuluh perikanan, hingga kelompok masyarakat.
Nazdan menilai inovasi berbasis ekstrak keong mas memiliki prospek besar untuk dikembangkan karena mampu mengubah hama pertanian menjadi produk yang bernilai bagi sektor perikanan.
"Kami melihat produk hormon alami ini sebagai inovasi yang sangat potensial. Keong mas yang selama ini menjadi hama pertanian dapat diubah menjadi bahan baku yang bermanfaat bagi sektor perikanan. Jika hasil implementasinya terbukti mampu meningkatkan produktivitas pembudidaya, tentu inovasi ini layak menjadi salah satu program prioritas dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung," kata Nazdan.
Melalui sinergi bersama kelompok tani, pembudidaya, pemerintah daerah, penyuluh, dan mitra usaha, Tim BESTARI SAINTEK Polinela berharap hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang aplikatif, berkelanjutan, serta mampu mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Provinsi Lampung. (***)
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
6757
222
28-Jul-2026
295
28-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia