BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim peneliti dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan nanopartikel zinc oxide (ZnO-NPs) berbasis ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) melalui teknologi nano sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi serangan Spodoptera frugiperda (ulat grayak jagung), salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman jagung di Indonesia.
Penelitian ini diketuai oleh Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., bersama Annisa Fitri, S.P., M.P., Emi Yunida, S.P., M.P., Abu Haris Husain, S.P., M.P., dan Nurma Pratiwi, S.TP., M.Tr.P.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan nanopartikel ZnO yang memanfaatkan serai wangi sebagai sumber senyawa bioaktif sekaligus agen pereduksi dan penstabil dalam sintesis nanopartikel ZnO melalui pendekatan green synthesis.
Selama ini, pengendalian Spodoptera frugiperda masih didominasi penggunaan insektisida kimia yang berpotensi menimbulkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta berdampak terhadap organisme non-target.
Melalui pendekatan nanoteknologi, tim peneliti berupaya meningkatkan stabilitas dan efektivitas insektisida nabati sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Penelitian ini tidak hanya berhenti pada pembuatan nanopartikel ZnO, tetapi juga menguji karakteristik dan kemampuan biologisnya dalam mengendalikan hama jagung.
Hasil karakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan nanopartikel ZnO memiliki ukuran hidrodinamik rata-rata 240,9 nanometer, indeks polidispersitas 0,493, dan zeta potensial -45,2 mV.
Sementara itu, pengujian di laboratorium menunjukkan nanopartikel hasil green synthesis berbasis ekstrak serai wangi mampu memberikan efek toksik, menghambat aktivitas makan, sekaligus memicu respons repelen pada larva Spodoptera frugiperda.
Temuan ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati lokal yang dipadukan dengan teknologi nano sebagai salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Ketua tim peneliti, Sigit Ardiansyah, mengatakan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari upaya pengembangan teknologi perlindungan tanaman berbasis sumber daya alam.
"Melalui penelitian ini kami ingin menghadirkan inovasi nanoinsektisida yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan. Serai wangi memiliki potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif yang dipadukan dengan teknologi nanopartikel untuk mendukung pertanian berkelanjutan," ujarnya.
Penelitian ini didukung melalui skema Penelitian Dosen Pemula, DIPA Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Tahun Anggaran 2026, dengan Nomor Kontrak 165.1/DST/PL15.8/PP/2026. sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendorong pengembangan inovasi dan riset terapan di bidang pertanian berkelanjutan. (***)
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
4478
Bandar Lampung
1032
Polinela
772
166
11-Sep-2026
189
11-Sep-2026
234
11-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia