BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Ratusan massa yang tergabung dalam Crisis Center for Rohingya (CC4R) Lampung mengecam tindakan keji militer Myanmar terhadap Rohingya. CC4R Lampung menilai militer Myanmar sudah semena-mena terhadap etnis Rohingya. "Sudah tidak ada kemanusiaan," kata ketua pelaksana aksi CC4R Martono di Tugu Adipura, Jumat (15/9/2017).
CC4R apresiasi masyarakat Lampung yang telah berinisiatif memberi bantuan moril maupun materiil kepada etnis Rohingya. Mereka (CC4R Lampung) mengajak masyarakat berperan aktif terhadap kekejaman di Myanmar. Mereka juga mendesak Gubernur Lampung bersama kepala daerah se-Lampung berkontribusi aktif. "Pemerintah harus hadir," kata Martono.
Martono menilai kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Rohingya tidak terpisahkan dari permasalahan Indonesia. Sesuai UUD 1945, penjajahan harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. "Ini juga masalah bangsa Indonesia, masalah bersama," kata dia.
Massa aksi mendesak presiden bertindak lebih nyata dalam upaya penyelamatan etnis Rohingya. Martono mengatakan lembaga PBB, OKI dan ASEAN harus berperan aktif. "Nggak boleh tutup mata," kata Martono.
Ia berharap pemerintah Myanmar bersikap adil terhadap semua warga tanpa terkecuali. Penindasan terhadap etnis Rohingya merupakan bentuk ketidakadilan pemerintah. "Ini krisis kemanusiaan," kata dia. (SYAHREZA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16590
EKBIS
9268
Lampung Selatan
5109
Bandar Lampung
4911
Bandar Lampung
4778
129
05-Apr-2025
322
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia