BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung, Aga Trias Tahta (19) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala. Selain Aga, ada dua korban lainnya yang hingga saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit di Bandar Lampung yaitu, Muhammad Aldi Darmawan (18) di RS Bhayangkara Polda Lampung, dan Fans Salsa Romando (19) di RS Bintang Amin.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon AS mengatakan, keduanya mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, dugaannya hampir sama dengan yang dialami korban meninggal Aga Trias Tahta. Rencananya Kasatreskrim akan investigasi lebih lanjut lagi untuk mengumpulkan barang bukti. Menurutnya, kepolisian tidak menerima surat pemberitahuan terkait diksar mapala.
"Kami fokus ke penyebab kematian almarhum. Jika ada tindak kekerasan berarti ada unsur pidana. Bahkan jika ada unsur kelalaian panitia bisa kena, apalagi ini ada korban. Kami masih menunggu hasil visum e repertum karena keluarga menolak otopsi. Kita kan inginnya otopsi. Tapi pihak keluarga menolak untuk diotopsi," kata dia, Selasa (1/10/2019) kemarin.
Menurut Popon dari hasil identifikasi sementara, diketahui ada luka lebam di tubuh jenazah. Ada dua jenis lebam, yaitu lebam mayat dan lebam yang diduga hasil kekerasan. "Itu masih dugaan, kami masih menunggu hasil visum. Kami akan mendalami kasus ini," terang dia.
Sebelumnya, ada dua korban yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit yaitu, mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung, M Aldi Darmawan yang mengalami luka lebam parah di seluruh tubuh usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala, Universitas Lampung.
Ada juga Frans Salsa Romando yang diduga ikut mengalami penganiayaan saat mengikuti kegiatan Diksar beberapa waktu lalu. Bahkan, orang tua Frans meminta kepada para pelaku untuk segera menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi. "Sebenarnya saya ingin mereka itu datang menemui kami pihak keluarga sebagai orang tuanya. Kenapa alasan mereka memperlakukan anak kami seperti itu. Ingin lihat muka mereka seperti apa. Mereka kuliah tapi kenapa tidak berperikemanusiaan seperti ini," kata ibu korban, Jumiati kepada Lampungpro.co, Selasa (1/10/2019) kemarin.(**/PRO2)
Berikan Komentar
Saya yakin kekalahan Arinal bersama 10 bupati/walikota di Lampung...
1543
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia