Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Diduga Bakal Teror Jawa, Densus 88 Tangkap Empat Terduga Teroris di Panjang, Metro, dan Pringsewu
Lampungpro.co, 08-Nov-2020

Amiruddin Sormin 5748

Share

Ilustrasi penangkapan terduga teroris. LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Tim Densus 88 Polri menangkap empat terduga teroris di tiga tempat berbeda, yakni satu di Panjang Bandar Lampung, satu di Metro, dan dua di Pringsewu, sejak Jumat (6/11/2020) dan Sabtu (7/11/2020). Keempatnya, yakni Sul, Dav, Bak, dan RG. Mereka diduga terlibat kelompok Imar Banten, yang tertangkap lebih dahulu, di Jawa Barat.

Menurut pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, keempatnya diduga mereka berencana akan melakukan amaliyah teror di beberapa kota di Jawa. Dia menyebutkan bahwa saat ini kelompok radikal mulai bergerak lagi di beberapa daerah di Indonesia. 

Salah satu pemicunya adalah tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam. "Padahal yang dimaksud adalah oknum kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, Presiden Prancis resah dengan kiprah para imam 'impor' yang datang dari negara-negara di luar Prancis yang cenderung membawa wajah Islam yang terkesan radikal," kata Ken.

Bahkan Pasca penyerangan terhadap warga di dekat kantor redaksi Charlie Hebdo pada 25 September 2020, Imam Besar Masjid Agung Paris Chems-eddine Hafiz dan para pengurus Dewan Masjid Prancis menemui Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee. Mereka mendesak Macron agar segera membuat UU khusus untuk mengatasi kaum Islamis (radikal) yang berupaya membangkang terhadap Pemerintah.

Menurut Ken, moment di Prancis ini dimanfaatkan betul oleh jaringan kelompok radikal di Indonesia untuk membuat propaganda agar masyarakat teradu domba, bahkan tidak sedikit yang main boikot dan membakar produk Prancis miliknya. Minimnya sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme  membuat kelompok radikalisme seolah olah mendominasi dan mayoritas.

"Padahal kelompok radikal tidak banyak, tapi mereka militan dan bergerak terstruktur sistemtis dan masif. Sementara kelompok masyarakat yang moderat cenderung diam dan membiarkan radikalis merajalela," kata Ken. (PRO1)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16669


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved