Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

DJPK Goes to Campus Universitas Teknokrat Indonesia, Sosialisasikan Dana Pemerintah ke Mahasiswa
Lampungpro.co, 23-Nov-2019

Heflan Rekanza 564

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Perkaya pengetahuan kepada mahasiswa tentang pengelolaan APBN dan APBD, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) melaksanakan kegiatan DJPK Goes to Campus, kali ini DJPK menyasar di Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (22/11/2019).

Kegiatan yang bertemakan Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah dan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat ini, diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia dimana dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Dewi Sukmasari, dan juga dihadiri Rektor Universitas Teknokrat Nasrullah Yusuf.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Rukijo menyampaikan tentang pentingnya APBN dan APBD serta pengelolaannya. Menurutnya, APBN itu mencakup unsur pendapatan dan belanja. Dimana dalam unsur pendapatan banyak item yang harus dilakukan, seperti pajak (PPN, PPH, cukai, PBB, dan lainnya).

"Pengelolaan APBN dan APBD itu sangat penting. Kalau untuk non pajak seperti dari sumber daya alam yang dikelola, serta siapapun perusahaan yang mengelola, harus membayar kompensasi atas apa yang didapat dan ini wajib," kata Rujiko.

Rukijo menambahkan acara DJPK Goes to Campus ini diharapkan akan memperkaya pengetahuan, kepada mahasiswa tentang pengelolaan APBN dan APBD, yang seluruhnya diperuntukan dalam kesejahteraan masyarakat.

"Peran mahasiswa dalam ikut mengawasi penggunaan APBN dan APBD di tingkat daerah sangat penting. Sehingga acara ini, nantinya akan dijadikan agenda rutin DJPK dari kampus ke kampus. Ini sebagai upaya sosialisasi dan keterbukaan kepada masyarakat khususnya mashasiswa," tambah dia.

Dia juga meminta agar para akademisi khususnya mahasiswa untuk ikut berperan dalam melakukan pengawasan pelaksanaan APBN dan APBD. Dengan harapan mahasiswa di kampus Teknokrat lebih mengenal tentang keuangan Negara seperti APBN, APBD, Dana Desa, dan kekayaan milik Negara.

"Mahasiswa menjadi incubator atau center of excellence dalam meningkatkan pengelolaan dana desa. Sehingga dana desa ini benar-benar bisa membangkitkan perekonomian di pedesaan. Karena dana ini banyak memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat desa," pinta Rujiko. (FEBRI/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved