Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Dorong KWT Pangan Lestari Olah Limbah jadi Pupuk Kompos
Lampungpro.co, 02-Oct-2026

Sandy 172

Share

Dosen prodi Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura gelar PkM di KWT Pangan Lestari, Pringsewu dalam pembuatan Kompos | LAMPUNGPRO.CO/Ist

PRINGSEWU (Lampungpro.co) : Tim dosen Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari di Pekon Pandansari Selatan, Dusun 4, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, mengolah limbah pertanian dan rumah tangga menjadi kompos.

Program tersebut dikemas melalui kegiatan “Gerakan Kompos Mandiri: Inovasi Limbah Pertanian untuk Mendukung Budidaya Sayuran Berkelanjutan di KWT Pangan Lestari, Pringsewu, Lampung.”

Kegiatan tersebut merupakan program hibah DIPA Polinela melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026. Tim pengabdian dipimpin Ratih Rahhutami, S.P., M.Si., bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan kompos kepada anggota KWT Pangan Lestari yang diketuai Asti Setia Rina.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah metode Takakura, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti limbah organik, kotoran ternak, EM4, serta sejumlah bahan pendukung lainnya.

Melalui metode tersebut, limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan diarahkan menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian.

Selain mendapatkan materi, anggota KWT juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos. Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami teori pengelolaan limbah, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memproduksi kompos secara mandiri.

Ketua tim pengabdian, Ratih Rahhutami, mengatakan pemanfaatan limbah menjadi kompos diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus mengoptimalkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung budidaya sayuran yang dilakukan KWT Pangan Lestari.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh anggota KWT dalam aktivitas pertanian sehari-hari. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Ketika Sekolah Jadi Mesin Setoran: Dana BOS,...

Seperti lilin. Memberi cahaya kepada orang lain, tetapi perlahan...

3978


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved