Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Latih KWT Mutiara Ghori Kembangkan Trichoderma untuk Bawang Merah
Lampungpro.co, 10-Aug-2026

Sandy 267

Share

Tim dosen PkM Polinela saat bersama KWT Mutiara Ghori | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Melalui program tersebut, tim dosen Polinela yang terdiri dari Wika Anrya Darma, Betari Safitri, Rahmadyah Hamiranti, Pebria Sisca, Nanang Wahyu Prajaka, dan Abied Khafidan, memberikan pelatihan kepada KWT Mutiara Ghori mengenai perbanyakan Trichoderma spp. dan penerapannya dalam budidaya bawang merah.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Keterampilan KWT Mutiara Ghori melalui Pelatihan Perbanyakan Trichoderma spp. untuk Mendukung Budidaya Bawang Merah Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Rabu (22/7/2026) dan Senin (27/7/2026).

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas persoalan yang selama ini dihadapi KWT Mutiara Ghori dalam mengembangkan budidaya bawang merah. Salah satu kendala utama adalah pertumbuhan dan produksi tanaman yang belum stabil akibat serangan penyakit layu Fusarium.

Melalui kegiatan tersebut, tim PkM Polinela memperkenalkan Trichoderma spp. sebagai salah satu agen hayati yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan bahan kimia dalam proses budidaya.

Pada tahap pertama, anggota KWT mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar perbanyakan Trichoderma spp.. Tidak hanya diberikan materi secara teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung sehingga dapat memahami tahapan perbanyakan sekaligus cara memanfaatkannya dalam kegiatan pertanian.

Tim juga memberikan pelatihan mengenai penerapan Trichoderma melalui pembuatan trichokompos. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang mudah diterapkan anggota KWT dalam mendukung kesehatan tanah dan tanaman.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

14706


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved