BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Menjalani pengobatan rutin bukan hal yang mudah, sehingga harus tersimpan semangat dan keteguhan seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menjalani hidup.
Nurlela (37), seorang ibu rumah tangga berasal dari Lampung, terus berjuang menjalani terapi hemodialisis (cuci darah) secara rutin di Rumah Sakit Budi Medika selama kurang lebih setahun tiga bulan.
Sebagai peserta dari segmentasi Penerima Bantuan Iuran (PBI), Nurlela merasa sangat terbantu berkat hadirnya penjaminan dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku lebih tenang, karena tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan yang besar.
Ia mengakui, kini pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada dirinya jauh lebih baik. Nurlela merasa, tenaga kesehatan yang bertugas bersikap ramah, cepat tanggap, dan selalu siaga selama proses perawatan berlangsung, meskipun dirinya sebagai seorang peserta JKN dari segmen PBI.
"Perawat ramah-ramah, bahkan sudah seperti sahabat sendiri bagi saya, mereka selalu menyapa dengan hangat, memberikan perhatian, serta tidak pernah lelah membantu saya selama menjalani proses pengobatan, sampai sekarang saya merasa senang berobat. Terlepas saya peserta yang dibayarkan pemerintah atau tidak, namun pelayanannya tetap sama, tanpa beda," kata Nurlela.
Nurlela menganggap, biaya cuci darah saat ini sangat mahal. Satu kali tindakan membutuhkan biaya sekitar satu juta rupiah lebih, sedangkan ia harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu.
"Jika dihitung dalam satu bulan, kami harus membayar kurang lebih Rp10 juta. Namun jika menjadi peserta JKN, hanya perlu membayar iuran sekitar tiga puluh lima ribu rupiah setiap bulan," ujar Nurlela.
Bahkan kini, Nurlela tidak perlu membayar karena iurannya telah ditanggung pemerintah. Inilah peran penting Program JKN, mengingat pengobatan ini bersifat jangka panjang dan rutin.
Nurlela menyampaikan terima kasih, serta harapannya terhadap Program JKN. Ia mengaku takjub dengan gotong royong yang diterapkan dalam program tersebut, yang dinilainya sangat efektif membantu banyak orang.
Nurlela menyadari, proses penyembuhan ayahnya melibatkan peran banyak pihak. Selain pemerintah, peserta JKN yang tetap membayar iuran secara rutin meskipun masih sehat juga turut membantu.
Program JKN wajib tetap hadir di tengah masyarakat, karena manfaatnya sangat besar, sebab sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya dan tidak dapat diprediksi berapa biayanya.
Oleh karena itu, memastikan kepesertaan JKN selalu aktif merupakan hal penting. Meski demikian, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, selalu jaga kesehatan diri dan keluarga. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Kominfo Balam
674
Kominfo Lampung
705
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia