Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gen Z Mulai Minati Dunia Investasi, Bursa Efek Catat Investor Baru Pasar Modal di Lampung Capai 828 Ribu di Tahun 2026
Lampungpro.co, 26-Sep-2026

Febri 192

Share

Bursa Efek Indonesia Lampung Saat Jumpa Pers | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Hingga Agustus 2026, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung mencatat akumulasi jumlah investor pasar modal di Lampung menembus angka 828.927 investor, dengan didominasi generasi z.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Lampung, Hendi Prayogi mengatakan, jumlah tersebut naik signifikan mencapai 365.270 investor, dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, yang hanya berada di angka 463.657 investor.

"Lonjakan investor ini mulai didominasi oleh kelompok usia muda, yakni gabungan generasi z dan milenial, yang porsinya mencapai 64,7 persen dari keseluruhan total pemegang akun pasar modal di Lampung," kata Hendi Prayogi saat media update di Lampung, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, tren positif pertumbuhan investor ini menunjukkan peningkatan pemahaman finansial masyarakat Lampung, yang tidak lagi sebatas berfokus pada instrumen saham konvensional.

"Kami tidak hanya mendorong masyarakat berinvestasi melalui saham, tapi juga secara menyeluruh. Pasar modal ini juga mencakup reksa dana dan instrumen investasi lainnya, karena masyarakat ini berbeda-beda, ada yang mau ke saham, ada yang ke reksadana dan sebagainya," ujar Hendi Prayogi.

BEI Lampung mencatat pada Januari 2026, ada penambahan 21.692 investor baru, lalu di Februari 2026 ada 67.533 investor, Maret 61.615 investor, dan April 59.240 investor. Tren penambahan ini berlanjut pada Mei ada 41.832 investor, Juni 40.641 investor, Juli 36.420 investor, dan Agustus 36.297 investor.

Kantor Perwakilan BEI Lampung optimistis, angka tersebut akan terus berkembang hingga akhir tahun 2026 ini, dengan kelompok usia produktif 18-25 tahun akan menjadi porsi terbesar.

Tingginya minat generasi muda untuk menjadi investor baru pasar modal ini, dikarenakan mereka mulai terbiasa menyisihkan pendapatan bulanan, untuk instrumen reksa dana maupun saham sejak dini. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved