LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Sudah dua tahun kondisi Terminal Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian bangunan mulai rusak dan ditumbuhi tanaman liar seperti ilalang setinggi pinggang orang dewasa. Namun, Dinas Perhubungan Lampung Timur mengklaim terminal tipe C tersebut masih dirawat meskipun tidak difungsikan.
Terlihat kaca jendela yang ada di gudang jaga sudah pecah, ruang kantor utama bagian kusen kusen jendela rapuh, KWH aliran listrik sudah tidak ada dan berbagai fasilitas kantor seperti meja, kursi dan sejenisnya sudah tidak ada di ruangan.
Sekertaris Dinas Perhubungan Lampung Timur, Husni Sanjaya mengatakan sudah dua tahun tidak difungsikan dengan alasan jalan yang ada di dalam terminal sudah rusak berat, sehingga tidak lagi mampu menahan berat mobil yang masuk ke dalam terminal.
Untuk menjadikan terminal layak operasi, kata Husni Jaya, Dinas Perhubungan sudah melaporkan dan mengajukan anggaran perbaikan insfratruktur jalan dalam lokasi terminal. Namun, sudah dua tahun tidak terealisasi. Pengajuan anggaran perbaikan jalan dalam terminal sudah dikirim ke Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Lampung Timur, kata dia, Kamis (11/1/2018).
Menurut dia, pihaknya sudah pernah mendatangkan konsultan guna memaparkan kondisi jalan dalam terminal. Hasil kroscek dari konsultan yang didatangkan Dinas Perhubungan Lampung Timur dua tahun lalu, mengatakan perlu anggaran Rp2 miliar untuk memperbaiki insfratruktur terminal itu.
Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan baik dari pemkab setempat, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Sehingga, pengoprasian terminal Matarambaru bisa dilakukan jika kondisi jalan areal terminal sudah diperbaiki sesuai standar kelayakan, kata Husni Jaya.
Sementara, warga Desa Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Aristama, mengakui jika malam hari kondisi terminal seperti dalam hutan karena tidak ada pencahayaan. Selain itu, tanaman tanaman tak terawat menjadikan suasana terminal tak elok dilihat. Ruangan tak terawat dan kosong setiap malam hanya digunakan perkumpulan anjing-anjing liar. Kalau malam raungan anjing dalam terminal bersahutan, kata dia.
Warga sekitar terminal mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur merawat terminal itu. Meskipun tidak dioprasikan minimal jika malam hari tidak gelap. Dikihawatirkan terlalu lama tidak diurus semua bangunan akan merapuh dan roboh. Selain itu, itu setiap hari lokasi terminal hanya dimanfaatkan warga sekitar digunakan untuk menggembalakan ternaknya seperti sapi dan kambing, kata Aristama. (SUSANTO/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16614
EKBIS
9294
Lampung Selatan
5136
Bandar Lampung
4936
Bandar Lampung
4802
165
05-Apr-2025
347
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia