Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Final Liga 4 Lampung Berakhir Ricuh, Hujan Kartu Merah Hingga Wasit Dipukuli Official Tim
Lampungpro.co, 13-Feb-2026

Febri 460

Share

Kericuhan Pertandingan Final Liga 4 Lampung | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pertandingan final Liga 4 Lampung tahun 2026, yang mempertemukan TS Saiburai Lampung dari Pesawaran, melawan Tanggamus Farmer Angonsaka FC di Stadion Pahoman, Bandar Lampung berakhir ricuh pada Jumat (13/2/2026).

Dalam pertandingan yang berakhir kemenangan untuk Tanggamus Farmer Angonsaka FC dengan skor 1-0 ini, diwarnai hujan tiga kartu merah.

Kericuhan awal pertama kali terjadi saat pemain kedua tim terlibat adu mulut, kemudian tim dari Angonsaka langsung melayangkan pukulan tamparan ke pemain TS Saiburai.

Akibat insiden itu, kedua pemain dari kedua tim langsung diganjar kartu merah. Dari kejadian tersebut, pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

Saat laga berjalan, supporter memang sudah mulai melakukan lemparan botol kedalam stadion. Bahkan protes keras juga sudah dilakukan oleh tim dari TS Saiburai kepada wasit.

Setelah insiden tersebut, kedua tim saling jual beli serangan. Kemudian Tim Angonsaka FC berhasil mencetak gol, lewat sundulan yang dilesakkan dari sepak pojok.

Setelah gol tersebut, kericuhan demi kericuhan terus terjadi di lapangan. Puncak kericuhan terjadi saat Tim TS Saiburai Lampung berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir menjelang pertandingan.

Namun gol tersebut, dianulir oleh wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Gol tercipta saat pemain TS Saiburai memanfaatkan bola rebound hingga terjadi kemelut di depan gawang, dan pemain mereka berhasil melesakkan ke jala Angonsaka.

Namun pemain TS Saiburai yang melesakkan ke gawang Angonsaka, dianggap offside oleh wasit, sehingga menimbulkan protes berlebihan dari Tim TS Saiburai.

Usai peluit panjang ditiup para pemain dan official dari TS Saiburai langsung mengejar wasit dan melakukan pemukulan terhadap wasit. Polisi yang berjaga langsung melakukan pengamanan terhadap wasit, agar tidak terjadi pemukulan lebih lanjut.

Setelah itu, para penonton ada yang turun ke lapangan, mencoba menyerang wasit dan official pertandingan, sehingga kericuhan terus terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Asprov PSSI Lampung, maupun pihak panitia pertandingan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Demo MAN: Dana Pendidikan atau Dana “Plin-Tiran”?

tuntutan mahasiswa bukan soal mencari-cari kesalahan. Mereka hanya menagih...

3927


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved