Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gajah Patroli TNWK Pulang, Gajah Liar Kembali Masuk Kampung di Tanggamus
Lampungpro.co, 11-Dec-2017

Amiruddin Sormin 1452

Share

SEMAKA (Lampungpro.com): Kawanan gajah liar kembali memasuki sejumlah desa di Kecamatan Semaka, Tanggamus, setelah Tim Patroli Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali, Selasa (5/12/2017). Kawanan gajah yang sempat berhasil dihalau 15 hari keluar kampung, kembali meresahkan warga karena kembali ke perkebunan.

"Selama 15 hari patroli, kawanan gajah berhasil digiring keluar kampung. Namun kondisi Tanggamus yang berhawa dingin tidak cocok dengan gajah TNWK yang beriklim panas. Kami harus mengembalikan gajah patroli itu karena kondisinya makin memburuk kalau terus dipertahankan di cuaca dingin," kata Manager Program World Wide Fund for Nature (WWF) South Of Sumatera, Yob Charles, di Bandar Lampung, Jumat (8/12/2017).

Tim Patroli Gajah TNWK ini diterjunkan mengatasi konflik gajah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Tanggamus, sejak Minggu, 19 November 2017. Kawanan gajah ini masuk ke perkampungan warga di Karang Agung dan Srikaton, sejak Juli 2017 dan belum berhasil digiring kembali masuk ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kedatangan Tim Patroli Gajah ini difasilitasi WWF.

Menurut Yob Charles, selama di Tanggamus, penggiringan sebanyak delapan kali ke kawasan TNBBS, namun gajah-gajah tersebut kembali lagi ke desa. "Kami memutuskan mengembalikan gajah ke TNWK karena tak kuat lagi bertahan lama di sana," kata Yob Charles.

Kerusakan akibat kehadiran kawanan gajah tersebut, menurut Camat Semaka, Edy Fachrurrozi, lebih dari 100 hektare. "Awalnya kawanan gajah itu bisa digiring masuk TNBBS, namun lama-lama melawan. Bahkan mengejar pawang gajah dari TNWK hingga lari naik pohon menyelamatkan diri," kata Edy.

Kawanan tersebut, kata Edy, berjumlah 12 ekor gajah. Daerah jelajahnya meliputi Sedayu, Way Kerap, Parda Waras, Srikaton, Karang Agung, Sidomulyo, dan Talang Asahan. Kawanan ini melahap kelapa, padi, pepaya, dan pohon nakada (nangka cempedak) yang jadi komoditas ekspor dari Tanggamus. "Di Talang Asahan lebih dari 150 batang kelapa dimakan gajah," kata Edy Fachrurrozi.

Setelah Tim Patroli Gajah TNWK pulang, warga kembali mengaktifkan ronda, agar kawanan gajah tak masuk kampung. "Lebih dari lima bulan warga resah dan tak bisa bebas berladang. Mudah-mudahan ada kiriman patroli gajah lagi, karena paling efektif mengusir kawanan itu," kata Edy. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mirza, Petarung Muda di Octagon Pilgub Lampung...

Di antara para kandidat yang telah mengambil formulir pendaftaran...

2293


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved