BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Lampung dan Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) kembali menggeruduk kantor Gakumdu Lampung, Selasa (10/7/2018) siang. Massa aksi menilai Bawaslu tidak proaktif dalam pengawasan Pemilu. "Copot anggota Bawaslu hingga tingkat kecamatan," kata koordinator aksi Ahmad Muslimin.
Ia menilai adanya politik uang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 membuat cacat demokrasi. Adanya temuan politik uang massif yang diduga dilakukan tim pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) ini membuktikan bahwa Bawaslu hanya diam. "Bawaslu hanya menunggu laporan," kata dia.
Ia juga menuding Gakkumdu Lampung tidak tegas dalam kasus politik uang. Padahal, kata Muslimin, politik uang merupakan tindak kejahatan pemilu. "Politik uang yang dilakukan sangat terstruktur, sistematis dan massif," kata dia.
Pihaknya ingin pencalonan Arinal-Chusnunia didiskualifikasi. Pasangan Arinal-Chusnunia diduga merupakan boneka dari perusahaan PT Sugar Group Companies (SGC). "Kami ingin pencalonan Arinal-Chusnunia dibatalkan," kata dia. (SYAHREZA/PRO3)
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
16733
Lampung Selatan
2300
Kominfo Lampung
1304
Advetorial
2337
11719
28-Mar-2026
239
26-Mar-2026
251
26-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia