BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong transformasi ekonomi pembangunan bisa dimulai dari desa, dalam upaya menguatkan ekonomi rakyat dari tingkat perdesaan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 dan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, struktur perekonomian Lampung yang 28-30 persen ditopang oleh sektor pertanian, menuntut adanya keberpihakan regulasi yang nyata bagi para petani dan masyarakat perdesaan.
Menurutnya, pola pembangunan lama yang berfokus memberikan insentif modal kepada konglomerasi industri besar, dinilai gagal mengalirkan kesejahteraan ke tingkat paling bawah.
"Pasal 33 menyatakan koperasi, ekonomi disusun secara bersama-sama, dari atas sampai bawah, dan di bawah itu dikuatkan dulu. Koperasi adalah anchor, hub-hub ekonomi yang ada di desa-desa, itu yang akan menjadi motor penggerak ekonomi, terus dia naik ke atas, naik ke atas lagi sampai ke industri," kata Rahmat Mirzani Djausal saat kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Lampung Semester II 2026, Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), serta Kinerja Sektor Jasa Keuangan Lampung Semester II 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Selasa (13/10/2026).
Gubernur membeberkan, kebijakan afirmatif Presiden Prabowo Subianto melalui kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah menjadi Rp6.500 perkilogram, serta ketegasan menyetop impor komoditas pertanian, secara nyata telah mengubah nasib jutaan keluarga petani di Lampung. Marjin keuntungan petani kini mencapai 48 persen, dan pendapatan petani melonjak hingga Rp3 juta sampai Rp5 juta perbulan.
Dampak langsung pergeseran paradigma tersebut, tercermin dari capaian makro ekonomi Lampung, yang kini menempati peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Sumatera pada semester II 2026 sebesar 5,29 persen.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Lampung juga berhasil dipangkas 1 persen dalam kurun waktu satu tahun, tiga kali lebih cepat dibandingkan rata-rata tahunan era sebelumnya yang hanya berkisar 0,3 persen.
Gubernur menekankan, kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Lampung adalah percepatan hilirisasi komoditas unggulan di tingkat desa, mengingat saat ini masih ada 55 persen potensi komoditas daerah (sawit, karet, kopi, tebu, kakao) yang belum terhilirisasi.
Gubernur menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota, untuk menyelaraskan kebijakan lokal guna menyiapkan fasilitas pengeringan (dryer), sentra peternakan, kawasan industri beras rakyat, serta peningkatan kompetensi vokasi SDM lokal sejak bangku sekolah. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Bandar Lampung
1403
Polinela
1325
157
14-Oct-2026
202
14-Oct-2026
190
14-Oct-2026
515
14-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia