BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mewaspadai potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang musim kemarau dan ancaman El Nino. Pengawasan harga serta distribusi pangan akan diperkuat untuk menjaga pasokan dan daya beli masyarakat.
Langkah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring, Senin (24/8/2026).
Rapat yang berlangsung dari Ruang Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung itu juga diikuti jajaran pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan harga pangan, terutama menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 24 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga Agustus 2026. Secara nasional, kenaikan IPH terjadi di 223 kabupaten/kota, sementara 130 kabupaten/kota mengalami penurunan.
Sejumlah komoditas yang turut mendorong kenaikan harga di antaranya beras, daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah. Dibandingkan Juli 2026, harga beras medium naik 0,27 persen, daging ayam ras 5,84 persen, cabai rawit 3,60 persen, dan cabai merah 0,91 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Marindo mengatakan Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Perum Bulog untuk memastikan harga pangan di pasar tetap sesuai ketentuan.
"Bulog kita pastikan untuk melakukan intervensi dan penetrasi pasar, sehingga harga di tingkat pengecer sesuai dengan standar yang ada," ujar Marindo.
Ia juga memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Lampung masih mencukupi meski sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
"Stok pangan kita cukup. Walaupun sudah mulai mengalami kekeringan, stok bahan pangan pokok yang ada di Bulog masih mencukupi," katanya.
Terkait harga daging ayam, Marindo menyebut kondisinya secara umum masih terkendali di Lampung. Namun, Kabupaten Lampung Tengah menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian karena indeks harganya masih relatif tinggi.
Pemprov Lampung selanjutnya akan memperkuat pemantauan harga dan distribusi pangan bersama pemerintah kabupaten/kota serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan selama musim kemarau sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Berikan Komentar
Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...
630
297
02-Nov-2026
278
02-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia