Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Lampung Perjuangkan Insentif untuk 1.150 Perawat Non-PNS
Lampungpro.co, 13-May-2017

Amiruddin Sormin 1306

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Para perawat di Provinsi Lampung patut bergembira. Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo tengah berjuang meningkatkan kesejahteraan perawat dengan menganggarkan bantuan insentif untuk perawat non-pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Lampung.

Saat ini terdapat 1.150 perawat non-PNS yang dikenal sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) yang dihonor sesuai kemampuan satuan kerja perangkat dinas (SKPD). "Saya sangat memahami pentingnya fungsi perawat bagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Begitu pentingnya tenaga perawat bagi Provinsi Lampung, maka akan dianggarkan bantuan insentif untuk perawat non-PNS di Provinsi Lampung," kata Gubernur Ridho ketika bertemu dengan 500 perawat pada diskusi memperingati Hari Perawat Sedunia (International Nurse Day), Balai Keratun, Jumat (12/5/2017).

Diskusi bertema 'A voice to lead-Achieving The Sustainable Development Goals' itu Asisten III Hamartoni Ahadis, Ketua Umum Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), 15 DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, serta pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Menurut Gubernur, kesejahteraan perawat harus diperjuangkan sesuai kemampuan keuangan daerah. Dalam membangun sumber daya manusia, kata Gubernur, kesehatan dan pendidikan adalah hal utama. Gubernur mengatakan akan memperjuangkan agar program satu desa satu perawat di Provinsi Lampung, dapat terwujud. "Anggaran memungkinkan dan SDM cukup, namun kita butuh payung hukumnya," kata Ridho.

Jumlah perawat di Lampung, menurut Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, yang juga Ketua PPNI Provinsi Lampung, sekitar 1.800 yang tercatat di PPNI. Persoalan keperawatan banyak yang mencuat pada diskusi publik ini. "Ada sembilan perguruan tinggi yang melahirkan 1.200 perawat per tahun. Masalahnya, kebijakan moratorium (penghentian) pengangkatan PNS menjadi kendala pengangkatan perawat di Tanah Air," kata Dedi,

Dedy Efrizal meminta agar Pemprov Lampung dapat terus memperhatikan kesejahteraan perawat. "Semoga Gubernur kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus membangun Lampung," kata Dedi. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved