Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Tempe Stop Produksi, Siap-siap Langka
Lampungpro.co, 14-Feb-2022

Amiruddin Sormin 1086

Share

BISNIS /Makro/Keuangan/Properti/Inspiratif/Ekopol Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Tempe Stop Produksi, Siap-siap Langka Iwan Supriyatna | Achmad FauziSenin, 14 Februari 2022 | 11:23 WIB Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Tempe Stop Produksi, Siap-siap Langka Perajin tahu tempe dan ilustrasi kedelai (Kolase foto/Beritajatim.com/Suara.com/Kurniawan)

JAKARTA (Lampungpro.co): Pengrajin tahu dan tempe bakal menaikkan harga imbas dari kenaikan�harga kedelai yang jadi bahan baku� tahu dan tempe. Menurut Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, saat ini harga kedelai� naik dari Rp9.000 per kilogram menjadi Rp11.000 per kilogram.


Akibat kenaikan itu, Aip menyebut, pengrajin tahu dan tempe terpaksa menaikkan harga produk. "Naik Rp 1.000, nggak seberapa si sebenarnya. Kira-kira kalau sepotong tempe itu sekarang Rp5 ribu yang 500 gram, mungkin naik jadi Rp6 ribu," ujar Aip saat dihubungi Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), Senin (14/2/2022).

Dengan kenaikan harga kedelai ini, lanjut Aip, beberapa pengrajin juga berhenti untuk memproduksi tahu dan tempe. Hampir 20% pengrajin tahu dan tempe telah berhenti produksi.

Alasanya, karena keuntungan dalam produksi tahu dan tempe saat ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak ada modal untuk kembali memproduksi tahu dan tempe.�"Beli kedelai 20 kg tiap hari beli itu, karena keuntungannya untuk makan. Nah begitu 20 kg beli, sekarang harganya Rp 10 ribu atau Rp 11 ribu, besoknya jadi Rp 11.100 atau Rp 11.200, itu dia nggak beli 20 kg lagi, besoknya kurang lagi, itu yang bikin kita marah," ucap dia.

Namun Aip menegaskan kembali, kenaikan harga tahu dan tempe yang diproduksinya, karena memang terpaksa untuk menutupi kekurangan modal, akibat kenaikan harga kedelai. "Jadi, kami menaikkan harga tempe tahu terpaksa, kalau harga kedelai minyak tidak naik, kami tidak menaikkan," imbuh dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17155


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved