Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Indonesia Week Seoul 2018, BUMN Jajaki Peluang Investasi di Korea
Lampungpro.co, 15-Mar-2018

Lukman Hakim 1127

Share

#portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames

 

JAKARTA (Lampungpro.com): Meningkatnya volume perdagangan Indonesia-Korea tiap tahunnya membuktikan bahwa peluang kerjasama investasi di kedua negara kian menjanjikan. Pada Indonesia Week Seoul 2018, beberapa BUMN siap menandatangani kontrak bisnis dengan perusahaan besar di Negeri Ginseng.

Jumlah total volume perdagangan Indonesia-Korea terus mengalami peningkatan. Pada akhir tahun 2017, misalnya, total nilai perdagangan yang terjalin antara kedua negara mencapai 18 miliar dollar dengan komoditas ekspor Indonesia ke Korea didominasi batubara dan komoditi primer.

Sedangkan mayoritas impor Indonesia dari Korea berupa barang elektronik ataupun otomotif, kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi saat  bertemu panitia Indonesia Week Seoul 2018 di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Dubes Umar Hadi menjelaskan, kebijakan ekonomi pemerintahan Korea Selatan saat ini tidak hanya membuka pasar dalam negeri Korea, namun terus memperluas pasar global. Sehingga, terbuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor baik dari jumlah maupun jenis komoditasnya seperti furniture, supply wood, makanan, ataupun minuman olahan termasuk kopi, cokelat dan teh.

Untuk itu, kata dia, salah satu cara meningkatkan pasar ekspor adalah dengan melakukan kerjasama investasi, dengan memindahkan aktivitas produksi dari Korea ke Indonesia. Perusahaan Korea bisa menyiapkan modal, tenaga ahli ataupun berinvestasi di teknologi maupun mesin, sedangkan pekerja utamanya tetap orang Indonesia. Dengan begitu value added-nya ada di Indonesia, kata dia.

Peluang inilah yang diharapkan dapat terjalin dari kegiatan Indonesia Week Seoul 2018 yang akan digelar pada 30 April-4 Mei 2018 mendatang. Dubes memberi contoh bagi perusahaan perkebunan kopi. Saat ini, Korea Selatan merupakan importir kopi nomor 2 terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Negara pemasok kopi terbesar bagi Korea Selatan adalah Vietnam dan Brazil, sementara Indonesia tidak mencapai 5% dari total kebutuhan. PT Perkebunan Nusantara dan perusahaan Korea untuk membuka kebun ataupun melakukan intensifikasi lahan perkebunan yang sudah ada, termasuk pengolahannya sampai kepada produk jadi.

Dubes juga menyinggung peluang kerjasama investasi di bidang biofuel. Di mana saat ini di Korea sedang gencar mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan beralih ke renewable energy.

Penggunaan kelapa sawit (CPO) sebagai alternatif pengganti batu bara merupakan salah satu wacana yang tengah megemuka. Hal ini tentu membuka peluang kerjasama bagi perusahaan perkebunan di Indonesia.

Selanjutnya di bidang kesehatan, peluang investasi Indonesia-Korea juga bisa terjalin dalam industri kosmetik, khususnya dalam menerbitkan label halal, mengingat jumlah produsen kosmetik berlabel halal di Korea masih sangat minim.

Pemimpin Redaksi BUMN Track Akhmad Kusaeni mengatakan, melalui event  internasional tersebut para pimpinan BUMN bisa menggali peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Korea Selatan selalu masuk peringkat lima negara terbesar dalam investasi ke Indonesia dengan nilai mencapai US$ 16 miliar atau setara Rp216 triliun. Sayang sekali kalau BUMN tidak ikut ambil bagian, kata dia.

Sementara CEO BUMN Track SH Sutarto menambahkan, Indonesia Week 2018 digelar sebagai wadah persiapan bagi BUMN melaju di pentas global. Sebagai media yang fokus pada perusahaan BUMN, kami ingin memfasilitasi perusahaan-perusahaan plat merah agar bisa go global sehingga tidak dicap jago kandang, kata SH Sutarto. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16809


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved