Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Opini : Integrasi Efaskes dan CKG, Langkah Nyata Permudah dan Perkuat Sistem Layanan Kesehatan
Lampungpro.co, 19-Oct-2026

Sandy 397

Share

Nyoman Wisnu Wardani S.Kep.,Ns, Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pringsewu | LAMPUNGPRO.CO/Ist

Di balik setiap layanan kesehatan yang berjalan baik, ada tenaga kesehatan yang bekerja dengan tuntutan administrasi yang tidak ringan. Perawat di fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak hanya memeriksa, mengedukasi, dan mendampingi pasien, tetapi juga mencatat data satu per satu.

Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah Program Nasional yang bisa diberikan oleh setiap orang mulai bayi baru lahir hingga lansia, dimana program tersebut mengubah cara pandang kita dari mengobati menjadi mencegah.

Selama ini banyak orang baru memeriksakan diri setelah sakit terasa berat. Padahal banyak penyakit, seperti hipertensi, diabetes, gangguan gizi, hingga masalah kesehatan pada anak dan ibu hamil, bisa dikenali dan dikendalikan sejak dini jika ada pemeriksaan rutin.

Pemerintah dibawah naungan kemenkes telah mensosialisasikan layanan Efaskes yang terintegrasi dengan sistem penginputan data program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hal ini patut disambut dengan baik karena ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan perubahan yang terasa langsung di ruang pelayanan.

Dalam meningkatkan layanan CKG bisa diperoleh dari data dalam gedung maupun luar gedung. Dengan sistem Efaskes yang terintegrasi dengan layanan CKG maka dapat meningkatkan cakupan CKG terutama pelayanan di dalam gedung.

Mengakhiri Beban Input Ganda
Sebelum ada integrasi, perawat kerap harus memasukkan data yang sama ke lebih dari satu sistem. Input ganda membuat waktu habis untuk pekerjaan administratif, padahal waktu itu seharusnya bisa dipakai untuk berinteraksi dengan pasien.

Selain melelahkan, pencatatan berulang juga membuka peluang kesalahan, seperti salah ketik, data tidak sinkron, atau ada yang terlewat. Dengan Efaskes yang terhubung ke sistem penginputan data program CKG, data cukup dimasukkan satu kali dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Perawat bekerja lebih efisien, data lebih akurat, dan pasien tidak menunggu terlalu lama. Dalam pelayanan publik, efisiensi seperti ini punya dampak besar. Antrean lebih singkat, pelayanan lebih tertib, dan kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan masyarakat ikut meningkat.

Teknologi untuk Tenaga Kesehatan, Bukan Sebaliknya
Transformasi digital di bidang kesehatan sering dikritik karena justru menambah beban kerja. Sistem baru yang tidak saling terhubung memang bisa membuat tenaga kesehatan merasa melayani aplikasi, bukan melayani pasien.

Integrasi Efaskes dengan sistem penginputan data program CKG membuktikan bahwa digitalisasi bisa berjalan ke arah yang benar, yaitu menyederhanakan alur kerja, bukan memperumitnya.

Prinsipnya sederhana: teknologi harus mempermudah manusia. Ketika perawat tidak lagi disibukkan pekerjaan berulang, mereka punya ruang lebih untuk hal yang tidak bisa digantikan mesin, yakni mendengarkan keluhan, memberi edukasi, dan membangun kepercayaan. Inilah inti pelayanan kesehatan yang berkualitas.

CKG: Program Nasional yang Layak Terus Ditingkatkan
Skrining yang menjangkau banyak orang memungkinkan pemerintah dan fasilitas kesehatan memetakan masalah kesehatan masyarakat secara lebih nyata. Dari data itu, intervensi dapat dirancang lebih tepat sasaran, mulai dari edukasi, pengobatan dini, sampai penguatan program di tingkat desa.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan individu, tapi juga mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa depan. Karena itu, diharapkan capaian CKG dapat tercapai yaitu sesuai jumlah penduduk di suatu desa tersebut.

Semakin banyak masyarakat yang terlayani, semakin kuat fondasi kesehatan daerah. Peningkatan capaian harus menjadi komitmen Bersama lintas sektor, bukan hanya tugas puskesmas.

Peningkatan Capaian Butuh Kerja Bersama Lintas Sektor

Integrasi sistem hanyalah pintu masukn agar capaian CKG terus meningkat, ada beberapa hal yang perlu diperkuat bersama.

1. Sosialisasi yang masif
Masyarakat perlu tahu bahwa pemeriksaan ini gratis, mudah, dan penting. Kader, tokoh masyarakat, aparat kampung, dan media lokal punya peran besar menyebarkan informasi ini.
2. Dukungan lintas sektor
Pemerintah daerah, sekolah, kecamatan, hingga desa perlu bergerak bersama agar warga mudah mengakses layanan.
3. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan
Sistem yang baik harus diimbangi SDM yang terampil mengoperasikannya, termasuk dukungan jaringan dan perangkat yang memadai.
4. Evaluasi berkelanjutan
Capaian perlu dipantau secara berkala, kendala di lapangan dicatat, dan perbaikan dilakukan tanpa menunggu masalah membesar.

Menurut pendapat saya, Integrasi Efaskes dengan sistem pencatatan dan pelaporan CKG (aplikasi sehat indonesiku) adalah contoh bahwa inovasi tidak selalu harus rumit.

Kadang, perubahan terbaik adalah yang menghilangkan hambatan kecil namun berulang setiap hari. Perawat bekerja lebih ringan, data lebih rapi, dan pelayanan lebih cepat.

Namun kemudahan ini harus dibayar dengan hasil. Capaian CKG harus terus ditingkatkan, karena di balik setiap angka ada warga yang terdeteksi lebih dini, terlindungi lebih baik, dan memiliki peluang hidup lebih sehat.

Dengan sistem yang terintegrasi, tenaga kesehatan yang didukung, dan masyarakat yang antusias, punya modal kuat untuk menjadi daerah yang unggul dalam layanan kesehatan preventif. (***)

Ditulis Oleh : Nyoman Wisnu Wardani S.Kep., Ns,
Mahasiswa Magister Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved