Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Istri Prajurit Yonif 143 TNI Gaungkan Semangat Kartini Dengan Membuat Kerajinan Tapis Lampung
Lampungpro.co, 02-May-2026

Febri 309

Share

Istri Prajurit TNI Saat Membuat Kerajinan Tapis Lampung | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Di tengah penugasan prajurit Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya, yang menjalankan Satgas Pamtas Statis di wilayah Papua, para istri prajurit di Lampung memilih tetap bergerak dan produktif.

Melalui kain tapis khas Lampung, mereka menggaungkan semangat Raden Ajeng (RA) Kartini masa kini dengan menghidupkan kegiatan UMKM, sekaligus melestarikan budaya daerah.

Para istri prajurit yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIV Yonif 143, memanfaatkan waktu di asrama dengan belajar dan mengembangkan kerajinan tapis. Benang emas disulam membentuk motif khas Lampung seperti gajah, kapal, dan siger.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIV Yonif 143, Novla mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari inisiatif para istri prajurit yang tengah ditinggal bertugas.

"Saat ini, karena kami sedang ditinggal penugasan oleh para suami, jadi kami berusaha untuk membuat aktivitas positif bagi seluruh istri prajurit, salah satunya dengan belajar menapis," kata Novla, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, kegiatan menapis didukung oleh salah satu anggota Persit, yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut, sehingga bisa meminta bantuan untuk bisa membantu yang lainnya, agar bisa belajar menapis.

Selain tapis, para anggota Persit juga mengembangkan kerajinan lain, seperti makrame dan memanfaatkan sisa kain tapis menjadi barang serbaguna.

"Kami juga belajar memanfaatkan sisa-sisa kain tapis, untuk bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang serba guna, contohnya seperti tempat tisu, kalung, bros-bros yang bernuansa tapis," ujar Novla.

Pemilihan tapis bukan tanpa alasan, karena kain tapis adalah kain khas daerah Lampung, sehingga Persit berupaya untuk memperkenalkan kain tapis kepada khalayak ramai, yang harus bisa dilestarikan dan diperkenalkan.

Produk-produk tersebut, biasanya dipasarkan melalui bazar yang diselenggarakan berbagai pihak, serta dimanfaatkan saat ada kunjungan pejabat untuk mempromosikan hasil karya anggota Persit.

Sementara itu, Asri istri Kopda Angga Dwi Ferdian mengaku telah menekuni usaha tapis Lampung selama kurang lebih tiga tahun. Ia juga aktif mengajarkan keterampilan tersebut kepada anggota Persit lainnya.

Ia memilih menapis karena fleksibel dan bisa dilakukan di sela-sela aktivitas rumah tangga. Selain itu juga, tapis turut menambah ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga saya.

Menurut Asri, tidak ada kesulitan berarti dalam menjalankan usaha tersebut meski harus mengurus keluarga saat suami bertugas. Jenis produk yang diproduksi tidak hanya berupa kain, tapi juga batik yang ditapis tanpa mengurangi unsur khas Lampung.

Untuk pemasaran, Asri mengandalkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. Di saat para prajurit Yonif 143 Tri Wira Eka Jaya menjaga kedaulatan negara di perbatasan, para istri prajurit berkontribusi dari rumah.

Melalui tapis, mereka tak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga, yang menjadi sebuah wujud nyata semangat Kartini masa kini. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menuju Kota Metropolitan, Bandar Lampung Dinilai Masih...

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

3385


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved