Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kemiskinan, Mengharuskan Gadis Cilik di Way Kanan ini Tidak Bisa Sekolah
Lampungpro.co, 24-Apr-2018

Lukman Hakim 1169

Share

#beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata Lampung, Indonesia

WAY KANAN (Lampungpro.com): Seorang gadis cilik berusia 10 tahun, warga Way Kanan, Lampung, ini tak bisa mengenyam pendidikan. Hal itu karena kedua orangtuanya tidak mampu untuk sekedar biaya sekolah.

Indira Afriana begitu nama lengkapnya. Dia biasa dipanggil Ira. Di usianya yang sudah 10 tahun, seharusnya Ira sudah duduk di kelas tiga atau empat ekolah dasar (SD). Dia tinggal bersama ayah, kakek dan neneknya, di Kampung Umpubhakti, Kecamatan Blambanganumpu, tepatnya 100 meter di belakang Tugu Ryacudu Simpang Lima, Way Kanan.

Sehari-harinya, gadis cilik itu hanya menghabiskan waktu di rumah. Saya kadang kerja, kadang tidak. Karena tidak punya pekerjaan tetap. Memang sekolah gratis tidak bayar, tapi untuk beli baju dan peralatan sekolah lainnya kan perlu biaya, kata Indra, ayah Ira, Senin (23/4/2018).

Untuk sekedar tempat tinggal saja, Indra dan putrinya harus menumpang di rumah orangtua Indra dan bersama sudara-sudara lainnya. Mereka tinggal dalam satu rumah, walau berdesakan.

Lebih miris, terdapat bekas luka di leher dan dagu Ira. Menurut Indra, luka itu bekas kekerasan fisik yang kerap dilakukan mantan istrinya kepada Ira. Sebab, ketika bercerai, Ira masih diasuh oleh mantan istrinya. Selama diasuh ibunya, Ira juga tidak disekolahkan.

Tak hanya itu, selain tidak disekolahkan, Ira semasa kecil terbiasa makan hanya satu kali dalam sehari. Hal itulah yang membuat Indra mengambil dan merawat Ira, meski tinggal satu rumah bersama kakek neneknya.

Aktivis pemerhati pendidikan Eko Prasetyo, yang mendengar informasi itu pun turut prihatin dengan kondisi Ira. Salah seorang teman memberi informasi ke saya adanya anak yang tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi. Maka saya coba datang untuk melihat langsung anak ini. Ternyata Ira memang tidak sekolah. Bapaknya juga sudah saya tanya. Ternyata memang masalah ekonomi, kata dia.

Menurut Eko, butuh respon dari pihak terkait, baik itu dari unsur relawan maupun unsur pemerintah agar dapat menangani pendidikan Ira. Bagi teman-teman relawan atau pemerintah setempat, ayo bantu Ira. Masih ada masyarakat kita yang butuh uluran tangan. Sebab, pendidikan sekolah adalah hak bagi setiap anak. Jangan sampai kemiskinan membuat Ira tak bisa sekolah, kata dia. (INDRA/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16665


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved