Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Komite Gabungan TNWK Lampung Timur Petakan Jalur Migrasi Gajah Berbasis Musim
Lampungpro.co, 23-Sep-2026

Febri 194

Share

Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan TNWK Saat Petakan Jalur Mitigasi Gajah Sumatera | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mematangkan pengembangan sistem pusat komando (command center) terpadu, berbasis kecerdasan buatan artificial intelligence (AI).

Fasilitas digital mutakhir ini, disiapkan untuk memperkuat pengawasan satwa liar, memetakan koridor lintasan gajah, sekaligus mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta kejahatan kehutanan secara waktu nyata (realtime).

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK, Brigjen TNI Sriyanto mengatakan, pihaknya menargetkan operasional sistem ini, dapat mengidentifikasi biodata tiap individu gajah secara presisi melalui integrasi data visual dan posisi berbasis GPS.

"Pengembangan sistem command center ini, dirancang multifungsi mulai dari mengenali data biologis satwa, memitigasi potensi perburuan dan pencurian, hingga menganalisis korelasi data satwa, guna memetakan jalur jelajah gajah sesuai perubahan musim," kata Brigjen Sriyanto dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Guna mendukung basis data pembelajaran mesin (machine learning), komite mengerahkan Tim Terra Drone yang mengoperasikan wahana nirawak jenis M1 Drone.

Pengambilan sampel visual dilakukan secara intensif pada pagi dan sore hari, menyasar kantong-kantong populasi satwa di Camp Elephant Response Unit (ERU) dan Pusat Latihan Gajah (PLG). Setiap individu gajah diambil 30 foto, serta rekaman video 360 derajat memutar.

"Target pengumpulan data visual gajah ini, dilakukan sebagai materi pembelajaran AI ditargetkan rampung dalam satu hingga tiga hari ke depan," ujar Brigjen Sriyanto.

Selain aspek pengawasan satwa, sistem pusat komando ini menjadi ujung tombak dalam pencegahan karhutla. Empat wilayah rawan kebakaran hutan, yakni Braja Luhur, Braja Kencana, Karang Anyar, dan Wako, dipantau secara berkala dan terpusat melalui monitor dasbor.

Sistem digital tersebut, turut dilengkapi perangkat simulasi peringatan dini (early warning system), yang mampu membaca indikasi tindak kriminalitas kehutanan serta mengukur level keparahan Karhutla.

Untuk langkah mitigasi langsung di batas kawasan, komite juga mendemonstrasikan integrasi perangkat pengeras suara (speaker) dan mikrofon peringatan jarak jauh, guna menghalau perambahan ataupun mencegah kawanan satwa mendekati pemukiman warga desa penyangga. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

10803


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved