Produk-produk tersebut meliputi bibit organik, sayuran segar hasil budidaya berkelanjutan, hingga pewarna alami dari bumbu dapur.
Pameran ini tidak hanya menampilkan visual hasil panen, tetapi juga cerita proses belajar, inovasi, serta komitmen peserta dalam menerapkan pola pertanian ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Tiyuh Margodadi, Feri Saputra T mengungkapkan, pihaknya berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kolaborasi di masa depan, baik dengan masyarakat maupun instansi terkait.
"Ini menjadi ajang branding bagi KWT dan Tani Muda, untuk dikenal sebagai penggerak pertanian organik. Kami ingin menunjukkan pertanian sehat bisa dilakukan secara kreatif, menyenangkan, dan bernilai ekonomi," ungkap Feri Saputra.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara menargetkan meningkatnya kepedulian warga terhadap pentingnya pangan yang sehat, serta praktik pengolahan lahan yang ramah lingkungan, sebagai bagian dari gaya hidup modern yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan refleksi peserta dan foto bersama seluruh fasilitator, tamu undangan, dan warga. Project Akhir Ganavira dianggap menjadi langkah awal memperluas edukasi pertanian organik di lingkungan Margodadi, sekaligus merayakan pencapaian peserta yang telah berproses hampir satu tahun.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi model pembelajaran pertanian generatif yang dapat direplikasi di wilayah lain di Tubaba. (***)
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
5047
394
02-Mar-2026
414
02-Mar-2026
453
02-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia