Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lampung Financial Festival 2026, Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen
Lampungpro.co, 06-Sep-2026

Febri 324

Share

Gubernur Lampung Saat Jadi Narasumber di Lampung Financial Festival | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong generasi muda di Lampung, untuk meningkatkan literasi keuangan sebagai bekal penting dalam mengambil keputusan ekonomi, mengembangkan usaha, hingga memanfaatkan peluang investasi secara aman dan produktif.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, keuangan bukan hanya menjadi urusan sektor perbankan maupun regulator, tapi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hampir seluruh aktivitas kehidupan masyarakat.

"Keuangan ini adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan kita semua," kata Rahmat Mirzani Djausalbsaat menghadiri Lampung Financial Festival 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, berbagai aktivitas masyarakat mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga, pembiayaan sektor pertanian, pengembangan UMKM, investasi, hingga pengelolaan keuangan pemerintah, semuanya berkaitan erat dengan sektor keuangan.

Gubernur menilai, pemahaman tersebut menjadi semakin penting bagi generasi z dan Post Gen Z, yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Gen Z di Lampung sendiri, mencapai sekitar 24,7 persen atau hampir 2,3 juta jiwa, sementara Post Gen Z mencapai 20,67 persen.

"Besarnya proporsi generasi muda ini, merupakan bagian dari bonus demografi sekaligus potensi besar untuk memperkuat perekonomian Lampung. Generasi muda inilah, yang akan diciptakan untuk menjadi kekuatan ekonomi Lampung ke depan," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Meski demikian, syaratnya generasi mudanya harus produktif, memiliki keterampilan, mampu menciptakan usaha, dan mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat.

Karena itu, Gubernur Lampung turut menekankan, kemampuan mengambil keputusan keuangan secara tepat merupakan keterampilan yang wajib dimiliki generasi muda.

Berdasarkan data, indeks inklusi keuangan di Lampung telah mencapai 90,94 persen, sementara tingkat literasi keuangan berada di kisaran 72 persen.

Kondisi tersebut, menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah semakin luas, namun harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar layanan keuangan, agar dapat dimanfaatkan secara tepat, aman, dan produktif.

"Jadi akses masyarakat mendapatkan layanan keuangan itu, jauh lebih mudah dibandingkan pengetahuan mereka dalam menggunakan literasi keuangan. Maka kesenjangan inilah yang penting," jelas Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur juga menyampaikan, ekonomi Lampung saat ini tumbuh 5,29 persen, dan menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.

Melalui Lampung Financial Festival 2026, Pemprov Lampung berharap peningkatan literasi keuangan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi digital, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tapi juga mampu memanfaatkannya secara aman, bijak, dan produktif.

Gubernur berharap, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi, serta membentuk generasi muda Lampung yang melek literasi keuangan, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan peluang ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menjelaskan, Lampung Financial Festival merupakan bagian dari upaya untuk membumikan literasi dan inklusi keuangan, agar semakin dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta melalui Yogyakarta Financial Festival pada Mei 2026.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan Lampung berada pada 90,9 persen, sementara literasi keuangan mencapai 72,3 persen.

Ia menilai, tingginya akses terhadap layanan keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman dan kepercayaan masyarakat.

Farid juga mengingatkan generasi muda, agar mewaspadai berbagai jebakan keuangan di era digital, mulai dari pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal, hingga perilaku belanja impulsif yang dipengaruhi tren dan algoritma digital. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved