Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Imbau Warga Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Lampungpro.co, 06-Sep-2026

Febri 292

Share

Ilustrasi Erupsi Gunung Anak Krakatau | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk informasi mengenai sebaran abu vulkanik yang telah terlaporkan di sejumlah wilayah di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Berdasarkan keterangan Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, saat ini tidak terdapat potensi tsunami. Hal tersebut karena ketinggian Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pada 2018, yang mencapai sekitar 390 meter saat terjadi tsunami.

Pemprov Lampung memastikan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, dan bersumber dari instansi resmi yang memiliki kewenangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menggunakan masker, terutama apabila terdapat paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Setiap perkembangan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, maupun potensi sebaran abu vulkanik, akan terus dipantau dan disampaikan berdasarkan data serta informasi resmi dari instansi teknis terkait.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Johan Lius mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, dan melakukan langkah perlindungan diri apabila terdapat paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar.

"Hal yang paling penting masyarakat tetap tenang, dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan. Jika abu vulkanik terpantau di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai," kata Johan Lius.

Menurutnya, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila abu vulkanik masuk ke dalam rumah, maka pintu, jendela, dan ventilasi dapat ditutup sementara untuk mengurangi masuknya abu.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved