Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Laporan Dinar Standard, Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Halal
Lampungpro.co, 18-Nov-2020

Amiruddin Sormin 974

Share

Ketua Indonesia Halal Life Center Sapta Nirwandar saat webminar SGIER di Jakarta, Selasa (17/11/2020). LAMPUNGPRO.CO/IHLC

JAKARTA (Lampungpro.co): Selama pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk pada sektor industri halal menyebabkan penurunan pengeluaran warga muslim global sekitar 8%. Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah berkelanjutan dengan ekosistem yang kuat, akan berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Islami dunia. 

Laporan saya menyajikan kebangkitan Indonesia yang terus berlanjut memiliki ekosistem yang kuat untuk memungkinkan partisipasi besar dalam peluang pasar global multi-triliun ini. Ini juga salah satu yang paling menarik pasar untuk investor internasional saat ini, ungkap CEO Dinard Standard, Rafiuddin Shikoh, dalam sambutan di webminar hybrid launching The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) di Rafles Hotel Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Menurut Rafiuddin, Indonesia memiliki kemajuan pesat putaran ekonomi Islam global di berbagai sektor, seperti keuangan, makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan media rekreasi. Dalam perkembangan industri halal, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dibandingkan negara lain. Bahkan di masa pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan ekonomi halal.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, menyebutkan SGIER edisi ke-8 ini merupakan acuan penting karena fokus memberikan analisis terkini perkembangan Islam global. Report ini mengetahui eksistensi negara Islam saat ini. Peran ekonomi Islam di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat karena produk Islam produk makanan halal, pariwisata, kosmetik, dan media rekreasi yang juga meningkat, kata Wapres.

Di sisin lain, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar juga menyampaikan, dari laporan SGIER 2020/2021, ada penurunan belanja warga muslim di semua sektor industri halal akibat pandemi Covid-19. Namun, seluruh sektor industri tersebut akan kembali bangkit kembali ke tingkat pengeluaran pra-prandemi di akhir 2021. Pengeluaran warga muslim diperkirakan akan mencapai 2,3 triliun dolar AS pada 2024 pada tingkat pertumbuhan kumulatif tahunan (CAGR) 3,1%.

Setiap tahun Dinar Standrard mengeluarkan SGIER yang merupakan laporan perkembangan ekonomi Islam global. Peluncuran SGIER tahun ini berlangsung di beberapa kota di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Selain itu, SGIER diluncurkan di pusat Dinar Standard, Dubai (16 November 2020), Kuala Lumpur (18 November 2020), Marocco (19 November 2020), London (20 November 2020), dan Madrid (23 November 2020).  

Sapta Nirwandar menjelaskan, di tengah pandemi tentu ada sektor yang mendapatkan tantangan lebih berat, seperti sektor pariwisata. Tapi ada juga yang terdampak relatif ringan seperti sektor makanan dan minuman, yang bahkan cenderung stabil. Sementara sektor teknologi dan farmasi mengalami pertumbuhan pesat. 

Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengakselerasi produk dan jasa halal. Tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mempunyai peluang untuk go-ekspor, kata Sapta Niwarndar, yang juga mantan Wakil Menteri Pariwisata ini. 

SGIER 2020/2021 memaparkan pada 2019 tingkat pertumbuhan belanca muslim mencapai 3,2% (year on year) dengan nilai sekitar 2,02 miliar dolar AS. Sementara aset keuangan syariah dunia juga mengalami pertumbuhan tinggi, asetnya kini mencapai 2,88 triliun dolar AS. Di tengah pandemi covid-19 akan mengalami penurunan belanja muslim global sebesar 8%. 

Namun pengeluaran ekonomi halal akan kembali tumbuh di akhir 2021, kecuali sektor pariwisata. Pandemi Covid-19  mencatat banyak perkembangan penting dalam ekonomi Islami. Antara lain terjadi percepatan transformasi digital, disrupsi rantai pasok global, dan naiknya fokus pemerintah pada investasi yang berkaitan dengan keamanan pangan. 

Ekonomi Islami global terus bertumpu pada delapan pendorong kunci, termasuk jumlah penduduk muslim yang besar dan bertumbuh, naiknya ketaatan pada nilai-nilai etis islami yang mempengaruhi konsumsi, dan sejumlah strategi nasional yang ditujukan pada pengembangan produk dan layanan jasa halal," kata Sapta Nirwandar.

Beberapa strategi ekonomi Islami nasional Indonesia yang paling menonjol aalah Undang Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Di samping itu, industri halal terus mengembangkan dirinya melalui pembangunan ekosistem yang komprehensif menuju Indonesia menjadi produsen produk halal dunia. Ini sejalan dengan tekad dan kebijakan pemerintah Indonesia menetapkan pada tahun 2024 akan menjadi pusat produsen produk halal dunia, kata Sapta Nirwandar. (PRO1)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15930


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved