Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lestarikan Budaya Lokal, Ketua Komisi I DPRD Lampung Selatan Dwi Riyanto Bersih-Bersih Makam
Lampungpro.co, 16-Mar-2023

Sandy 6163

Share

Dokumentasi DPRD Lamsel | Lampungpro.co/Ist

MERBAU MATARAM (Lampungpro.co): Setiap menjelang Ramadan, tepatnya pada bulan Syaban, masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah selalu melakukan tradisi Nyadran.

Nyadran yang diawali dengan bersih-bersih makam para orang tua atau leluhur itu juga dilakukan oleh masyarakat Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Komisi I DPRD Lampung Selatan, Dwi Riyanto mengatakan Tradisi nyadran, merupakan budaya lokal yang telah dirintis para pendiri desa yang harus dilestarikan.

Saya berharap dengan kegiatan budaya Lokal, atau Sadranan ini tetap dilestarikan. Karena selain menguri uri tradisi juga dapat mempererat tali silaturahmi menjelang bulan Ramadhan, kata Legislatif dari Fraksi Gerindra itu pada Rabu (15/3/2023).

Kegiatan yang dipusatkan di Makamsari Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram itu dihadiri para aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan serta para tamu undangan, Minggu (12/3/2023).

Menurut Dwi Riyanto, Ziarah kubur hakekatnya adalah untuk mengingat kematian. "Sesuai tema, ziarah kubur adalah untuk mengingat kematian dalam rangka menggapai husnul khatimah, kata anggota Fraksi Partai Gerindra dari Dapil 6 itu dalam tausiyahnya.

Ingat mati, akan membentuk pribadi kita untuk lebih rendah hati dan menjauhkan sikap ke sewenang-wenagan dalam kehidupan sehari-hari, Lanjut Legislatif dari Fraksi Gerindra dapil 6 itu.

Dikatakan ziarah kubur atau kalangan masyarakat Jawa menyebutnya nyadran, merupakan tradisi yang pernah diajarkan oleh para wali songo, khususnya yang berdarah Yaman.

Tradisi nyadran seperti ini saya dukung karena merupakan warisan wali yang berdarah Yaman, kata Dwi Riyanto yang juga dikenal dengan Konco Yasinan itu.

Tradisi wali berdarah Yaman telah mengajarkan ziarah kubur pada bulan Syaban seperti sekarang. Karena dilaksanakan untuk berkirim doa untuk keselamatan arwah, sehingga leluhur kita menyebut bulan Syaban adalah bulan Ruwah atau bulan ruh, imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa setempat mengaku bangga dan mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota DPRD Lampung Selatan Dwi Riyanto.

Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Desa mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan dukungan bapak Dwi yang selalu menyuprot kegiatan kami. Saya juga mengucapkan dan mengapresiasi semua panitia yang terlibat, hingga kegiatan ini dapat terlaksana dan berjalan dengan sukses, ucap Surahman yang juga Kepala dusun.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan warisan atupun tradisi yang telah diwariskan oleh para pendiri desa untuk di lestarikan agar tidak hilang termakan jaman.

Kami berharap kepada masyarakat Desa Triharjo dapat terus menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan olah para pendiri Desa, pungkasnya. (**/rls)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

1336


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved