Robi pun mengusulkan Pilkada tidak langsung dimulai dari pemilihan gubernur. Ia berargumen, gubernur dalam kerangka pemerintahan daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat sehingga sinkronisasi program pusat–daerah lebih mudah dijaga bila mekanisme pemilihannya diubah.
Sementara itu, pakar komunikasi Unila, Ahmad Rudy Fardiyan mengungkapkan, pihaknya menilai persepsi publik yang menganggap Pilkada tidak langsung muncul karena demokrasi selama ini dipahami sebagai hak memilih pemimpin secara langsung.
Padahal keterlibatan publik tidak boleh berhenti di bilik suara, melainkan harus diwujudkan melalui pengawasan yang aktif. Rudy mengingatkan, ketika beban pemilihan pemimpin dialihkan ke DPRD, maka tuntutan akuntabilitas harus ikut berpindah.
"Kami menilai keterbukaan DPRD dan partai politik, menjadi syarat mutlak agar Pilkada oleh DPRD tidak berubah menjadi transaksi elite yang tertutup dari publik. Kalau DPRD mau mengambil amanah itu, mereka harus siap dengan konsekuensinya, dan wajib membuka saluran komunikasi kepada rakyat," ungkap Rudy Fardiyan.
Sementara dari kacamata sosial, sosiolog dari Unila, Aziz Amriwan menyebutkan, sisi positif dari Pilkada tidak langsung adalah memperkuat peran partai politik, sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk mendelegasikan pemilihan eksekutif kepada partai di DPRD, serta mendekatkan partai politik dengan konstituennya.
"Optimismenya, partai politik bisa dikembalikan ke ruhnya sebagai institusi politik, bukan seperti perusahaan. Selama ini, partai sering tidak mengkader, hanya memgambil figur populer, jadi kalau perannya diperkuat, partai terdorong menyusun kader yang loyal, berideologi, dan tidak lagi dipenuhi kutu loncat," sebut Aziz Amriwan.
Tidak hanya itu, masyarakat pun lebih jelas untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi mereka ke depan. Tidak seperti sekarang ini, kepala daerah yang dipilih adalah hasil pilihan masyarakat itu sendiri, sehingga DPRD dinilai tidak berkuasa penuh atas pilihan tersebut.
Berikan Komentar
bukan mengatakan “kami kecolongan”, melainkan berani berkata: kami lalai,...
607
Kominfo Lampung
932
301
22-Jan-2026
330
22-Jan-2026
342
22-Jan-2026
348
22-Jan-2026
184
22-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia