Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lewat PkM, Dosen Polinela Dorong Petani Kurangi Ketergantungan Pestisida Kimia
Lampungpro.co, 20-Jul-2026

Sandy 440

Share

Tim PkM dosen Polinela saat memberikan Bio-Nanopertisida | Lampungpro.co/Ist

NATAR (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen Polinela mengimplementasikan teknologi bio-nanopestisida kepada Kelompok Tani Makmur Mandiri di Desa Krawang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polinela mengenalkan teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas tanaman padi. Teknologi bio-nanopestisida yang diperkenalkan merupakan hasil riset dosen Polinela yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah nasional maupun internasional, serta didukung paten sederhana berbasis pemanfaatan tanaman lokal.

Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang selama ini masih menjadi pilihan utama dalam mengendalikan hama. Ketua Tim PkM Polinela, Prof. Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P., mengatakan Desa Krawang Sari memiliki potensi sumber daya hayati yang melimpah untuk dijadikan bahan baku pestisida nabati.

Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga petani masih mengandalkan pestisida sintetis untuk mengatasi serangan hama, seperti wereng batang cokelat dan walang sangit.

"Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan teknologi bio-nanopestisida berbahan tanaman lokal sebagai alternatif pengendalian OPT yang lebih aman bagi lingkungan, efektif, dan mudah diterapkan oleh petani," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Polinela memberikan penyuluhan mengenai konsep pengendalian hama berbasis monitoring, dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, potensi tanaman lokal sebagai bahan bio-nanopestisida, hingga teknik identifikasi hama utama pada tanaman padi.

Tidak hanya menerima materi, para petani juga mengikuti praktik langsung pembuatan dan aplikasi bio-nanopestisida melalui demplot di lahan pertanian. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan petani memahami sekaligus menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.

Anggota tim PkM Polinela, Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., menjelaskan bahwa penerapan bio-nanopestisida tidak hanya bertujuan mengendalikan hama secara efektif, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian serta menekan biaya produksi.

"Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan pestisida kimia, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan efisiensi usaha tani," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim PkM Polinela menyerahkan produk bio-nanopestisida beserta peralatan aplikasinya kepada Kelompok Tani Makmur Mandiri. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan budidaya padi sehingga petani mampu menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan.

Selain itu, tim juga memberikan pendampingan dan evaluasi melalui diskusi lapangan guna memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diadopsi sesuai dengan kondisi pertanian setempat.

Program PkM ini melibatkan dosen lintas disiplin bersama mahasiswa Polinela sebagai implementasi hasil penelitian sekaligus pembelajaran berbasis pengalaman di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polinela berharap dapat meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan OPT, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendorong terwujudnya sistem budidaya padi yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.

Tim PkM Polinela yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P. sebagai ketua tim, bersama Dr. Rakhmawati, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Fitriani, S.P., M.E.P., Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., Dr. Ir. Ahfandi Ahmad, S.P., M.Si., Dr. Ir. Yana Sukaryana, M.P., dan Evi Yunita Sari, S.Pd., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa yang turut mendampingi petani selama proses implementasi teknologi.

Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun Anggaran 2026 sebagai wujud komitmen Polinela dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Provinsi Lampung. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

3025


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved