Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Media Sosial dan Budikdamber: Ketika Inovasi Terus Tumbuh dari Sebuah Komunitas Digital
Lampungpro.co, 22-Jul-2026

Sandy 216

Share

Dosen Produksi Media Polinela, Sri Astuti, M.I.Kom | LAMPUNGPRO.CO

Media sosial kemudian berkembang bukan hanya sebagai media promosi, tetapi menjadi ruang belajar bersama. Salah satu contohnya adalah Grup Facebook Budikdamber Indonesia yang didirikan dan dikelola oleh Juli Nursandi.

Komunitas digital ini dibentuk pada tahun 2019 sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin belajar maupun berbagi pengalaman mengenai Budikdamber. Yang menarik, hingga saat ini grup tersebut masih sangat aktif dan terus berkembang.

Jika pada saat penelitian dilakukan jumlah anggotanya sekitar 30 ribu orang, kini komunitas tersebut telah mencapai sekitar 40,3 ribu anggota yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Pertumbuhan jumlah anggota tersebut menunjukkan bahwa proses difusi inovasi Budikdamber tidak berhenti, tetapi terus berlangsung dan menjangkau masyarakat yang semakin luas. Aktivitas dalam grup tersebut berlangsung hampir setiap hari.

Anggota saling mengunggah foto perkembangan budidaya, berbagi pengalaman panen, mendiskusikan teknik pemeliharaan ikan, memilih benih yang berkualitas, mengatasi serangan penyakit, hingga merancang modifikasi ember dan sistem tanam yang lebih efektif. Tidak sedikit pula anggota yang membagikan kegagalan mereka sebagai bahan pembelajaran bersama.

Ketika seseorang mengalami kematian ikan, kesulitan menjaga kualitas air, atau pertumbuhan tanaman yang kurang optimal, anggota lain dengan cepat memberikan solusi berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Proses seperti inilah yang membuat pengetahuan tidak hanya berasal dari satu orang ahli, tetapi berkembang melalui pengalaman kolektif ribuan anggota komunitas.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi dalam media sosial telah berubah menjadi proses pembelajaran partisipatif. Setiap anggota tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen pengetahuan (knowledge producer).

Mereka saling melengkapi pengalaman, memperbaiki teknik budidaya, bahkan melahirkan berbagai inovasi baru yang kemudian dibagikan kembali kepada anggota lainnya. Dengan kata lain, media sosial telah membentuk sebuah komunitas pengetahuan (knowledge sharing community) yang terus memelihara keberlanjutan inovasi. Inilah salah satu bukti nyata teori difusi inovasi.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Anonymous


Literasi yang inspiratif

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

11047


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved