Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Media Sosial dan Budikdamber: Ketika Inovasi Terus Tumbuh dari Sebuah Komunitas Digital
Lampungpro.co, 22-Jul-2026

Sandy 217

Share

Dosen Produksi Media Polinela, Sri Astuti, M.I.Kom | LAMPUNGPRO.CO

Suatu inovasi tidak berhenti ketika seseorang memutuskan untuk mengadopsinya. Sebaliknya, inovasi akan terus berkembang apabila didukung oleh jaringan komunikasi yang aktif, adanya tokoh penggerak, komunitas yang terbuka, dan media yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman secara terus-menerus. Dalam kasus Budikdamber, media sosial menjadi ruang di mana proses tersebut berlangsung setiap hari.

Keberhasilan Budikdamber juga menunjukkan perubahan paradigma komunikasi pembangunan. Dahulu, penyebaran inovasi lebih banyak dilakukan melalui penyuluhan tatap muka atau pelatihan formal. Kini, media sosial mampu melengkapi bahkan mempercepat proses tersebut. Satu video berdurasi beberapa menit dapat ditonton ratusan ribu orang, kemudian dibagikan kembali oleh anggota komunitas ke berbagai daerah. Hasilnya, inovasi menyebar jauh lebih cepat dibandingkan pola komunikasi konvensional.

Keberadaan komunitas digital seperti Budikdamber Indonesia juga memperlihatkan pentingnya peran admin dan pengelola komunitas. Admin tidak hanya mengunggah informasi, tetapi juga menjaga kualitas diskusi, menjawab pertanyaan anggota, menghubungkan anggota dengan narasumber, hingga mendorong terciptanya budaya saling membantu.

Tanpa pengelolaan komunitas yang baik, grup media sosial hanya akan menjadi tempat berbagi informasi sesaat. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang aktif, grup berkembang menjadi ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Pengalaman Budikdamber memberikan pelajaran penting bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti di ruang laboratorium, laporan penelitian, atau artikel jurnal.

Pengetahuan akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat dan disebarluaskan melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Media sosial telah membuktikan dirinya sebagai jembatan yang menghubungkan peneliti dengan masyarakat luas.

Di tengah tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya kebutuhan gizi masyarakat, Indonesia membutuhkan lebih banyak inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga kuat dalam strategi komunikasinya. Sebuah inovasi akan memberikan dampak sosial yang jauh lebih besar apabila mampu membangun komunitas yang aktif, saling belajar, dan terus berkembang.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Anonymous


Literasi yang inspiratif

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

11047


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved