Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mengintip Kelas Kreatif Babinsa Purbolinggo Serda Ihsanudin, Jadi Oase Belajar di Lampung Timur
Lampungpro.co, 22-May-2026

Febri 214

Share

Kelas Kreatif Babinsa Purbolinggo Lampung Timur | Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Langkah kaki-kaki kecil memecah kesunyian Dusun Empat, Desa Toto Harjo, Lampung Timur, saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB.

Puluhan anak sekolah, bergegas menuju sebuah bangunan sederhana bercat hijau cerah milik Serda Ihsanudin, seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Purbolinggo.

Di teras bangunan tersebut, puluhan pasang sandal berjejal rapi, menandai dimulainya rutinitas harian menjemput ilmu di sebuah ruang yang dulunya jauh dari kesan akademis.

Empat tahun lalu, bangunan ini merupakan gudang penyimpanan pakan sapi yang bising oleh suara mesin. Didorong semangat pengabdian, Serda Ihsanudin memutuskan menyulap tempat tersebut menjadi ruang belajar interaktif.

Kini, dinding kusam berganti warna-warni poster edukasi, mulai dari peta Indonesia, aksara Lampung, hingga sketsa wajah pahlawan nasional seperti Ki Hajar Dewantara dan R.A. Kartini. Istri Ihsanudin, Umi Salmah, menjadi sosok sentral yang memandu kelas setiap hari Senin hingga Jumat.

"Kami ingin memberikan ruang di mana anak-anak bisa belajar dengan ceria dan bersosialisasi secara langsung, bukan cuma asyik dengan gawai masing-masing," kata Umi Salmah.

Aktivitas di sana beragam, mulai dari pengenalan huruf untuk anak prasekolah hingga kelas sejarah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Selain ruang kelas, Ihsanudin membangun fasilitas bermain (playground) di halaman depan rumahnya.

Tersedia seluncuran, jungkat-jungkit, hingga ayunan besi yang sengaja dihadirkan sebagai magnet agar anak-anak betah beraktivitas fisik. Fasilitas ini terbukti ampuh mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan terhadap gawai.

Kehadiran gudang aksara ini mendapat apresiasi tinggi dari para orangtua/wali murid. Saat ini, lebih dari 50 anak dari jenjang TK hingga SD rutin belajar di kediaman sang Babinsa, tanpa dipungut biaya.

Beberapa peserta bahkan merupakan anak-anak yang belum pernah merasakan bangku sekolah formal. Bagi warga, inisiatif ini adalah oase di tengah terbatasnya fasilitas pendidikan non-formal di tingkat desa.

Di mata masyarakat, Serda Ihsanudin bukan sekadar prajurit berbaju loreng, melainkan sosok ramah yang memberikan solusi nyata bagi lingkungan tanpa adanya sekat dengan warga. Sore hari, usai jam belajar, Ihsanudin yang masih mengenakan seragam dinas tampak duduk di teras bersama istrinya.

Sebuah pemandangan sederhana yang menggambarkan bagaimana pengabdian tulus mampu mengubah bekas gudang pakan menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi anak bangsa di pelosok Lampung. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Jangan Berhenti di Satu Kasus, Bongkar Jaringan...

Inilah sisi gelap era digital yang mulai mengancam generasi...

4623


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved