PRANCIS (Lampungpro.co): Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional dengan berpartisipasi dalam 14th Franco-Indonesian Joint Working Group (JWG) on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship 2026 yang berlangsung di Angers, Prancis, pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026.
Keikutsertaan Polinela dalam forum bergengsi tersebut menjadi bagian dari strategi institusi untuk memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan.
Dalam forum bilateral yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra strategis dari Indonesia serta Prancis itu, Polinela diwakili Direktur Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., bersama Jakty Kusuma, S.P., M.P., Ph.D., dosen Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan yang juga merupakan peneliti di Institut de Recherche pour le Développement (IRD). Pada kesempatan tersebut, Jakty mendapat kehormatan menjadi plenary speaker dalam sesi pleno JWG 2026.
Forum Franco-Indonesian Joint Working Group merupakan agenda kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis yang bertujuan memperkuat kemitraan akademik melalui pengembangan program kolaboratif, mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, inovasi, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis pendidikan tinggi.
Selain mengikuti seminar, diskusi panel, dan penjajakan kemitraan, Polinela juga memperkenalkan potensi institusinya melalui stan pameran yang digelar di kampus ESSCA (École Supérieure des Sciences Commerciales d'Angers). Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki delapan bidang keilmuan terapan dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Lampung.
Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, mengatakan partisipasi dalam forum internasional tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Melalui keterlibatan aktif dalam forum internasional, Polinela dapat memperluas kemitraan global yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi program kampus berdampak dan visi internasionalisasi institusi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Polinela, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa keikutsertaan Polinela tidak hanya sebatas mengikuti agenda forum, tetapi juga memberikan kontribusi ilmiah melalui presentasi yang disampaikan oleh Jakty Kusuma.
Dalam paparannya, Jakty memperkenalkan konsep Joint Research Laboratory, yaitu model kolaborasi riset internasional yang mengintegrasikan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan organisasi masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan.
Jakty mengaku bangga dapat mewakili Polinela pada forum internasional tersebut. Menurutnya, dukungan institusi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan riset kolaboratif, terutama bersama mitra luar negeri.
"Tanpa dukungan penuh dari institusi, kegiatan penelitian kolaboratif, khususnya dengan mitra internasional, tentu akan jauh lebih sulit untuk dilaksanakan," katanya.
Melalui keikutsertaan pada JWG 2026, Polinela juga membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai perguruan tinggi dan industri di Prancis. Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, penyelenggaraan seminar internasional, hingga pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Direktur Polinela menegaskan, pendidikan vokasi harus terus berkembang melalui kolaborasi global agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing internasional.
"Kami meyakini pendidikan vokasi akan semakin kuat melalui kolaborasi internasional. Kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Prancis menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas riset, serta menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global," tutupnya.
Partisipasi dalam 14th Franco-Indonesian Joint Working Group 2026 sekaligus menegaskan komitmen Polinela dalam memperluas jejaring internasional dan menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas, transformatif, serta mampu bersaing di tingkat global. (***)
Berikan Komentar
Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...
14121
200
06-Jul-2026
248
06-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia