Jika dulu tapis identik dengan upacara adat dan acara formal, maka kini batik tapis rancangannya dapat dipakai dalam suasana non formal, tanpa kehilangan identitas Lampung.
Dukungan pun mengalir dari lingkungan organisasi. Ketua Daerah XXI/Radin Inten menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan Asri.
Upaya tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya, tapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar, hingga menjadi contoh bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.
Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, Asri merintis usahanya secara bertahap. Ia belajar mengelola produksi, memahami strategi pemasaran, hingga mengatur keuangan usaha.
Tidak sedikit tantangan yang dihadapi, mulai dari menjaga kualitas hingga memperluas pasar. Hingga kini, usahanya berkembang tergabung dalam Ajang Persit Bisa 2.
Kini, Asri Tapis Lampung telah mempekerjakan tujuh orang karyawan. Usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Bagi Asri, keberhasilan bukan semata diukur dari angka penjualan. Ia ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai tapis sebagai identitas budaya daerah.
Berikan Komentar
program-program yang tampil itu lahir dari kajian para “ahli...
894
Kominfo LamSel
423
Bandar Lampung
841
423
10-Apr-2026
841
09-Apr-2026
895
09-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia