Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mitigasi Bencana, BPPT Pasang Alat Deteksi Tsunami di Gunung Anak Krakatau dan Pulau Jawa
Lampungpro.co, 12-Dec-2019

Heflan Rekanza 846

Share

JAKARTA (Lampungpro.co): Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan BPPT akan memasang peralatan deteksi dini tsunami di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali, mulai dari Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line hingga Sinker.

"KR Baruna Jaya III ini akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (buoy tsunami), yang terdiri dari  Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker serta  peralatan pendukung lainnya untuk disebar di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali," ujar Hammam dalam acara Pelepasan Kapal Riset Baruna Jaya III Program InaTEWS 2019 di Denpasar, Bali, Rabu (11/12/2019) kemarin.

Empat buoy tsunami itu akan dipasang di selatan Pulau Jawa, sedangkan dua Kabel Bawah Laut atau Cable Based Tsunameter (CBT) akan dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) dan perairan Mentawai. Hingga 26 Desember KR Baruna Jaya III akan melakukan serangkaian perjalanan untuk memasang empat buoy yang dimulai dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Benoa. 

Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan buoy Indonesia tsunami early warning system (Ina-TEWS) di selatan Pulau Jawa. "Pada tahun 2019 ini, kami  memasang empat buoy tsunami dan dua alat deteksi tsunami berbasis kabel atau Indonesia Cable Based Tsunameter (Ina CBT). Salah satu lokasi pemasangan Ina-CBT di  lokasi sekitar  Kawasan Gunung Anak Krakatau," jelas Hammam. 

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi sekaligus reduksi risiko bencana. Menurut Hammam, BPPT berkomitmen untuk mendorong terwujudnya cita-cita pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu mengantisipasi bencana alam sejak dini. "Ini satu inovasi teknologi BPPT di bidang kebencanaan sekaligus sebagai bentuk mitigasi dan reduksi risiko bencana, agar dapat mengurangi korban jiwa dan kerusakan harta benda apabila terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang memicu terjadinya tsunami," ucap dia.

Pelepasan KR Baruna Jaya III ini dipimpin secara langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. Sebelumnya, bencana tsunami yang terjadi di sekitar perairan Selat Sunda, pada 22 Desember 2018 mengejutkan masyarakat Indonesia karena tsunami tersebut terjadi tanpa didahului oleh bencana gempa bumi. Hal ini akhirnya berdampak pada tewasnya 429 orang.

Melihat bencana tsunami yang terjadi secara tiba-tiba itu, BPPT menyiapkan teknologi alat deteksi dini tsunami atau Indonesia tsunami early warning system (Ina-TEWS) sebagai upaya mengurangi kerugian material dan jiwa. Ini sudah dimulai pada 10 April 2019 dengan BPPT menyebar alat deteksi tsunami buoy yang dinamakan 'Buoy Merah Putih' di kawasan Gunung Anak Krakatau.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
BOSDA SMP Negeri Masih Diet, Anggaran SMA...

BOSDA SMP Negeri sendiri, menurut berbagai hitung-hitungan yang disampaikan...

933


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved