BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Perayaan open house Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung berlangsung sederhana, namun sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan selama satu tahun, sekaligus memperlihatkan peran Sekolah Rakyat dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 182 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia menggelar kegiatan serentak pada Sabtu (17/10/2026). Pembukaan secara nasional dilakukan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Di Bandar Lampung, kegiatan berlangsung di SRT 35 yang beralamat di Jalan Pagar Alam Nomor 127, Kelurahan Segala Mider. Acara diawali dengan penampilan tari tradisional Sigeh Pengunten, sebagai bentuk penyambutan bagi para tamu undangan.
Kepala SRT 35 Bandar Lampung, Anton Hamidi, menceritakan perjalanan sekolah tersebut sejak pertama kali menerima peserta didik. Menurutnya, sekolah ini hadir untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak dengan latar belakang kehidupan yang beragam.
Anton mengatakan, sebanyak 75 murid mulai mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut. Mereka berasal dari keluarga dengan kondisi sosial yang berbeda, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yang telah kehilangan kedua orang tua, hingga anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
“Pada 29 September 2025, pertama kali kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilaksanakan. Anak-anak ini diantarkan dari berbagai latar belakang keluarga. Ada yang dari keluarga tidak mampu, anak yang tak memiliki kedua orang tua lagi, serta anak dari sebuah panti asuhan,” ungkap Anton.

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, pihak sekolah terlebih dahulu melaksanakan matrikulasi dan pendataan terhadap para siswa. Proses tersebut dilakukan untuk mengenali kondisi awal peserta didik sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti pembelajaran.
Anton juga mengungkapkan, terdapat siswa yang datang tanpa memiliki identitas kependudukan atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kondisi itu menjadi salah satu gambaran tantangan yang dihadapi sekolah dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Itulah sekelumit cerita mengenai perjuangan Sekolah Rakyat ini mengapa harus berdiri dan ada. Karena setiap anak di Indonesia memiliki mimpi dan harapan untuk terus berjuang demi masa depannya,” ujarnya.
Kegiatan open house tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, serta Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah.
Para tamu undangan kemudian berkeliling meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang belajar dan perpustakaan, untuk melihat langsung lingkungan yang digunakan para siswa dalam menjalani kegiatan pendidikan.

Suasana acara semakin semarak melalui penampilan paduan suara para siswa SRT 35 Bandar Lampung. Anak-anak juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Melalui kegiatan ini, SRT 35 Bandar Lampung menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk memperoleh kesempatan, mengembangkan potensi, dan memperjuangkan cita-cita mereka. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
1520
Lampung Selatan
1134
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia