Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Panen Ikan di Jati Agung, Gubernur Lampung Dorong Pembudidaya Ikan Bikin Inovasi Hingga Perluas Akses Pasar
Lampungpro.co, 22-Oct-2026

Febri 174

Share

Gubernur Lampung Saat Panen Ikan di Jati Agung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

JATI AGUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Lampung Selatan dan jajarannya, melaksanakan panen raya ikan patin milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari, Desa Margo Lestari, Jati Agung pada Rabu (21/10/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pokdakan Jaya Mandiri, yang memanfaatkan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan secara mandiri, yang menjadi salah satu upaya meningkatkan keuntungan dan kemandirian pembudidaya ikan di Lampung.

"Inovasi yang dikembangkan ini, mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan. Kreativitas dan kemauan pembudidaya untuk mengembangkan usaha, menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur menilai, salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan. Kondisi ini turut memengaruhi tingkat keuntungan usaha budidaya perikanan, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.

Padahal berbagai bahan baku untuk pembuatan pakan, semuanya tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, maka para pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, sekaligus menekan pengeluaran usaha.

Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5 ribu perkilogram. Angka tersebut lebih rendah, dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu perkilogram.

Efisiensi tersebut, berpotensi menurunkan harga pokok produksi pembesaran ikan patin dan meningkatkan margin keuntungan pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, panen dapat mencapai 18,7 ton perkolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10 ribu perkilogram ikan.

Gubernur menegaskan, praktik budidaya yang efisien dan berbasis potensi lokal tersebut perlu diperluas agar semakin banyak pembudidaya memperoleh manfaat serupa. Ia secara khusus meminta Pokdakan Jaya Mandiri Lestari bersama dinas terkait, untuk menjadikan lokasi budidaya tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.

"Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas ini. Dengan itu, mereka bisa balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya akan buat pakan ikan sendiri," tegas Rahmat Mirzani Djausal.

Selain memperkuat efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga mendorong perluasan akses pasar, agar hasil budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Gubernur Lampung, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemprov Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berupaya membuka jalur kemitraan, yang memungkinkan pembudidaya lokal memasarkan hasil produksinya secara lebih luas.

Gubernur menilai, penguatan produksi dari hulu dan perluasan pasar di hilir perlu berjalan beriringan. Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan akses pemasaran yang semakin terbuka, maka usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Melalui pengembangan inovasi pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemprov Lampung mendorong sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved