Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pantau Operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bumi Sari Natar, Menko Zulhas Tekankan Soal Kepemilikan Untuk Desa
Lampungpro.co, 15-Oct-2026

Febri 237

Share

Menko Zulhas Saat Pantau Operasionalisasi Kopdes Bumi Sari Natar | Ist/Lampungpro.co

NATAR (Lampungpro.co): Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memantau operasionalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan pemantauan tersebut, merupakan bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap KDKMP, sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan, koperasi ini bukan milik Presiden RI dan menteri, melainkan milik desa, sehingga manajemen koperasi diatur oleh Manajer Kopdesnyang harus diawasi dengan baik, agar pertumbuhan ekonomi desa semakin baik dan mampu menyokong ekonomi nasional.

"Koperasi ini bukan hanya kegiatan jual beli, tapi nantinya juga bisa menjadi infrastruktur pemerintah, untuk membantu perekonomian daerah," kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya, KDKMP juga akan mempermudah akses permodalan bagi petani dan pengusaha kecil. Jika di Bank Mekar agunan mencapai 20 persen, namun di KDKMP hanya 8 persen saja, sehingga tidak mencekik nasabah dan mampu menumbuhkan UMKM.

"Koperasi juga secara bertahap, akan menyiapkan kebutuhan rumah tangga bersubsidi seperti beras dan pupuk, sehingga bantuan pangan bisa lebih optimal," ujar Zulkifli Hasan.

Zulhas juga menekankan, peran KDKMP sebagai off taker hasil pertanian, karena koperasi akan membeli hasil petani dengan harga yang sesuai melalui Bulog, sehingga petani tidak lagi menjual murah ke tengkulak dan tidak dirugikan.

Terkait lokasi Kopdes yang dinilai tidak lazim atau sulit dijangkau, Zulhas menyebut, hal itu karena program ini membutuhkan lahan yang sudah siap, dan tanpa pertentangan dari masyarakat.

"Jika tidak ada lahan yang disetujui warga, maka ini digunakan lahan dari TNI yang kebetulan berada di daerah gunung dan lainnya," sebut Zulkifli Hasan.

Rangkaian kegiatan kunjungan meliputi peninjauan gudang, peninjauan transaksi di gerai, hingga penyerahan simbolis beras premium 10 Kg program TJSL BRI kepada lima orang perwakilan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved