Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemerintah Bangun Pagar Besi Hingga Pasang Budidaya Lebah Demi Cegah Konflik Gajah di Way Kambas
Lampungpro.co, 31-Aug-2026

Febri 187

Share

Gubernur Lampung Saat Kunjungi Way Kambas | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pembangunan dan pengembangan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, telah mencapai sekitar 75 persen.

Proyek tersebut, diarahkan tidak hanya untuk memperkuat konservasi gajah, tapi juga menekan potensi konflik antara satwa dan masyarakat di sekitar kawasan.

Progres pembangunan itu dipantau langsung Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi bersama jajaran dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta jajaran, Polda Lampung, Bupati Lampung Timur, saat mengunjungi Taman Nasional Way Kambas, Senin (31/8/2026).

Pemantauan dan kunjungan ini, dilakukan untuk melihat kondisi pasca kebakaran yang terjadi di lahan TNWK dan langkah antisipasinya, guna mencegah terjadinya kebakaran di masa yang akan datang.

Pangdam Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, sejumlah fasilitas telah dibangun oleh Komite Mitigasi, untuk mencegah gajah keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman warga, salah satunya berupa pagar besi yang dipasang di sejumlah titik kawasan.

"Selain pagar, pembangunan juga mencakup fasilitas lain yang dirancang untuk memperkuat sistem mitigasi konflik manusia dan gajah. Kami lihat di sepanjang ini ada pagar-pagar besi yang sudah dibuat," kata Mayjen Kristomei.

Pendekatan mitigasi juga dilakukan melalui pengembangan tanaman dan usaha yang tidak disukai gajah, salah satunya budidaya serai dan lebah. Serai dan lebah dipilih, karena aroma maupun keberadaannya dapat membantu menghalau gajah agar tidak mendekati permukiman, karena di sisi lain, hasil budidaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Pengembangan Way Kambas, tidak berhenti pada pembangunan fasilitas konservasi. Kawasan tersebut, juga diproyeksikan menjadi pusat ekowisata yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan perawatan gajah, Komite Mitigasi juga berkerjasama dengan ENP, Thailand. Mahout atau pawang gajah sendiri, akan dipersiapkan untuk mempelajari metode perawatan dan pengelolaan satwa tersebut.

Pangdam menargetkan pembangunan terus dikebut hingga Oktober 2026. Saat ini progres keseluruhan pembangunan disebut telah mencapai sekitar 65 persen.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan, pemerintah bersama aparat keamanan masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah persoalan di kawasan Way Kambas, termasuk titik api dan potensi kebakaran.

Menurut Mirza, personel dari Kodam Radin Inten dan kepolisian masih disiagakan di sekitar kawasan. Selain melakukan pemantauan, mereka juga menjalankan sosialisasi serta berbagai upaya pencegahan.

Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menekan titik api, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan, dan terus memantau keberadaan gajah di sekitar kawasan Way Kambas. Hal itu dilakukan, menyusul sejumlah persoalan terkait konflik antara gajah dan manusia. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved