BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus menggencarkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala BPBD Lampung, Aswarodi mengatakan, fokus penanganan utama saat ini dikerahkan ke kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, yang mulai terbakar sejak pertengahan bulan lalu.
"Hingga kini, kondisi kebakaran hutan di Lampung terdapat beberapa titik hotspot yang sedang kami tangani. Mulai dari 15 September 2026 hingga sekarang, kami masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK," kata Aswarodi.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 73 titik panas tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Lampung. Khusus di area TNWK, terdeteksi 25 titik panas berskala sedang, serta mendominasi jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemprov Lampung telah menyiagakan 350 personel yang tergabung dalam Tim Satgas Darat. Tim gabungan ini, terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Kodam, Batalyon TV, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga unsur Masyarakat Peduli Api.
Selain operasi jalur darat, upaya pemadaman masif juga dilakukan melalui jalur udara atas permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB. Bantuan Satgas udara ini, diwujudkan melalui pengerahan helikopter water bombing, serta pesawat terbang untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pelaksanaan OMC ini tidak hanya merupakan permintaan Gubernur Lampung, tapi juga wujud tindak lanjut atensi langsung dari Presiden RI. Pemprov Lampung bekerja sama dengan vendor Smart Aviation, berbeda dengan vendor udara pada era kepemimpinan Kepala BPBD Rudi Syawal, dan telah menyemai awan sejak 10 Oktober 2026 lalu.
Sejauh ini, tim udara telah berhasil melaksanakan tiga sorti penerbangan di atas langit wilayah udara Provinsi Lampung. Hujan ringan sempat berhasil diturunkan pada tanggal 11 Oktober 2026 setelah HCL disemai ke awan, namun air hujan justru jatuh di wilayah Metro dan Natar Lampung Selatan akibat pergerakan angin.
Operasi pemadaman lewat udara ini bukan tanpa halangan, karena sangat bergantung pada faktor alamiah. Sejak 14 Oktober 2026 lalu, pertumbuhan awan konvektif di langit Lampung bagian timur dilaporkan sangat minim, sehingga pihak Smart Aviation kesulitan melakukan penyemaian cuaca tambahan.
Tantangan serupa, juga dialami oleh armada helikopter water bombing saat melakukan intervensi langsung memadamkan titik api di dalam TNWK. Rapatnya tajuk dan vegetasi pohon-pohon tingginmembuat kucuran air terhalang, sehingga hanya sampai ke dasar lahan gambut dalam bentuk percikan kecil.
Oleh sebab itu, kolaborasi erat antara tim water bombing dengan 350 personel Satgas Darat, mutlak diperlukan agar pemadaman api dapat berjalan optimal. Di samping kawasan TNWK, Karhutla juga terpantau di daerah lain seperti Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulangbawang Barat (Tubaba).
Salah satu titik api yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial berada di dekat jalan tol perbatasan Tubaba dan Tulang Bawang. Namun beruntung, titik api di kawasan tol tersebut, berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa sisa asap dalam waktu sehari, melalui jalur darat karena areanya mudah dijangkau.
Proses pemadaman jalan tol, juga dikoordinasikan secara langsung oleh BPBD Tubaba, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, bersama dengan Damkar, Brimob, serta petugas pemadam internal dari perusahaan PT HIM. Lahan yang terbakar di kawasan ini, dipastikan merupakan area kebun karet, bukan lahan gambut seperti di kawasan taman nasional.
Mengenai pemicu kebakaran di perkebunan karet tersebut, pihak berwenang menduga kuat adanya kelalaian dari sisi manusia. Faktor penyebab seperti membuang puntung rokok sembarangan, hingga kemungkinan unsur kesengajaan, saat ini sedang dalam proses penyelidikan intensif oleh petugas.
Ke depan, BPBD Lampung bersama pihak Smart Aviation menegaskan akan terus memonitor pergerakan cuaca, serta menyiagakan armada pesawat OMC. Intervensi penyemaian awan, akan langsung dilanjutkan kembali jika terdapat potensi awan yang tumbuh secara konvektif di langit Lampung Timur.
Kebijakan masif yang mengolaborasikan pengerahan Tim Satgas Darat secara maksimal, sehingga operasi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat segera menuntaskan bencana hidrometeorologi secara menyeluruh.
Padamnya Karhutla akan membawa manfaat besar,nguna menyelamatkan ekosistem hayati, mengamankan jalannya aktivitas transportasi, serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan pernapasan bagi seluruh masyarakat di Lampung. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...
3668
Bandar Lampung
1626
Kominfo Lampung
2468
260
19-Oct-2026
353
19-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia