Sementara abu yang menempel pada permukaan, sebaiknya dibersihkan menggunakan air. Pembersihan dalam kondisi basah, dapat membantu mengurangi abu kembali beterbangan dan terhirup.
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan atau iritasi, segera mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Pemprov Lampung juga terus berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di daerah, untuk memantau kondisi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung, Ganjar Jationo menegaskan, pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi, agar perkembangan situasi dapat dipahami secara tepat.
"Pemprov Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah," tegas Ganjar Jationo.
Menurutnya, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk arah dan potensi sebaran abu vulkanik, perlu mengacu pada data dan keterangan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis.
Jajaran Pemprov Lampung melalui perangkat daerah terkait, juga akan terus memperbarui informasi sesuai perkembangan di lapangan.
Di sisi lain, BPBD Lampung bersama Pusdalops PB Lampung, terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan kondisi di wilayah yang dilaporkan mengalami paparan abu vulkanik.
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
1107
Kominfo Balam
1059
192
06-Sep-2026
217
06-Sep-2026
258
06-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia