Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Penusukan Siswa SMPN 44 Bandar Lampung, Asroni Paslah: Pendidikan Karakter Jangan Sekadar Formalitas
Lampungpro.co, 26-May-2026

Sandy 196

Share

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, S.Pd., M.M., | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras aksi penusukan yang menimpa siswa kelas 7 SMPN 44 Bandar Lampung usai pelaksanaan ujian. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm serius terhadap meningkatnya potensi kekerasan di lingkungan pelajar.

“Kejadian ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Dunia pendidikan kita sedang menghadapi tantangan serius terkait pembinaan karakter, pengawasan lingkungan sekolah, dan pergaulan anak-anak,” ujar Asroni Paslah, Selasa (26/5/2026).

Asroni menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi tempat lahirnya rasa takut maupun kekerasan antar pelajar. Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan, tetapi fokus pada langkah pencegahan dan perbaikan sistem pengawasan siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan karakter harus kembali menjadi prioritas utama di sekolah. Selain itu, komunikasi antara guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat juga harus diperkuat guna mendeteksi lebih dini potensi konflik maupun perilaku agresif di kalangan remaja.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada capaian akademik, sementara aspek moral, mental, dan pengawasan sosial anak diabaikan. Jangan sampai kekerasan di kalangan pelajar terus berulang dan menjadi budaya yang dianggap biasa,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pembinaan siswa di sekolah-sekolah, termasuk memperkuat layanan konseling, pendidikan anti-bullying, serta pengawasan terhadap aktivitas kelompok pelajar yang berpotensi memicu kekerasan.

Asroni turut mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut dan berharap proses hukum tetap berjalan dengan memperhatikan perlindungan anak karena para pihak masih berstatus pelajar.

“Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama agar sekolah di Kota Bandar Lampung benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved