Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Dosen Pulang Kampung sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan berbagai inovasi dan praktik ekonomi sirkular dapat diimplementasikan secara lebih luas guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta pengelolaan sumber daya alam di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Mewakili Politeknik Negeri Lampung, Direktur Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polinela sebagai mitra penyelenggara kegiatan internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang terus berkomitmen mendukung pengembangan inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan lingkungan.
“Polinela senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tantangan global. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga melahirkan inovasi dan praktik ekonomi sirkular yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Thomas Amirico, S.STP., M.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, berkomitmen mendorong satuan pendidikan untuk mengintegrasikan materi mengenai perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan ekonomi sirkular ke dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Dalam laporannya, Programme Coordinator SEAMEO BIOTROP, Ms. Risa Rosita, menjelaskan bahwa National Training dirancang untuk memperkuat kapasitas guru melalui kombinasi penyampaian teori, demonstrasi, dan praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah organik dan biomassa. Adapun Regional Seminar menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik, akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.
Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai materi aplikatif, antara lain Bioenzyme Production from Fruit Waste and Aromatic Plant Waste, Utilization of Biomass for Mushroom Cultivation, Organic Waste Management Using Black Soldier Fly (BSF), serta Natural Resource Management Based on Circular Economy. Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam pengelolaan limbah organik, pemanfaatan biomassa, serta menyusun rencana aksi implementasi ekonomi sirkular di sekolah maupun lingkungan kerja masing-masing.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Berikan Komentar
Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...
483
Lampung Selatan
914
Polinela
1119
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia