Saat ini, progres keseluruhan pembangunan saat ini mencapai 82 persen, karena pengerjaan sempat terkendala pasokan material, terutama besi dan semen.
Namun ia memastikan, kendala tersebut telah dicarikan solusi agar pekerjaan kembali sesuai target. Di sisi lain, pembangunan mitigasi juga mulai memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Menurut perhitungan, sekitar 1.091 orang telah terlibat atau terdampak langsung dari aktivitas program tersebut. Aktivitas ekonomi baru juga mulai tumbuh, seperti warung, penginapan, dan rumah yang disewakan.
"Walaupun tidak bersamaan, ada satu orang mungkin kerja lagi empat orang, tapi kita hitung memang. Banyak warung-warung baru, tempat penginapan baru, rumah yang disewakan," ujar Sriyanto.
Program juga disertai pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata, budidaya lebah dan tanaman serai. Dengan progres yang telah mencapai 82 persen, pekerjaan rumah pembangunan bukan hanya memastikan infrastruktur selesai, tapi juga memastikan keberadaannya tidak memutus aktivitas masyarakat, yang selama ini bergantung pada lahan di sekitar kawasan.
Pihak komite dan pemerintah desa, kini mulai mengarah pada solusi berupa akses khusus bagi petani, sehingga pembangunan mitigasi konflik gajah tetap berjalan tanpa mengorbankan aktivitas pertanian warga. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...
730
Lampung Selatan
982
Polinela
1229
Kominfo LamSel
968
Lampung Selatan
1003
228
28-Oct-2026
395
28-Oct-2026
279
28-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia