Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Relawan Bangun Jembatan Gantung Bantuan Ridho Ficardo di Lampung Tengah
Lampungpro.co, 08-Jun-2018

Amiruddin Sormin 927

Share

PUBIAN (Lampungpro.com): Satgas Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung membangun jembatan gantung darurat sederhana bantuan Gubernur Lampung (nonaktif) Muhammad Ridho Ficardo di Kampung Pekandangan, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Kamis (7/6/2018). Jembatan yang dibangun ini merupakan bagian Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Lampung yang diinisiasi Ridho Ficardo yang kembali maju pada Pemilihan Gubernur Lampung masa bakti 2019-2024.

Pembangunan jembatan ke-11 ini didukung Pramuka, Tagana, PK-124 Arsa Candradimuka dan sejumlah mahasiswa Universitas Lampung. Menurut Koordinator VRI Lampung, Muhammad Kariskun, sebelumnya Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Lampung untuk Indonesia juga menyelesaikan pembanguan jembatan ke-10 di Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh, Pesawaran.

"Kami akan terus bergerak membangun jembatan asa dan terus mengampanyekan Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Lampung untuk Indonesia sampai ke berbagai pelosok Lampung," kata Muhammad Kariskun.

Kehadiran jembatan ini, menurut Kepala Kampung Pekandangan, Ade Makmun, sangat membantu masyarakat. Gotong royong dan kebersaman memang membuat semua menjadi mudah. Padahal kami bertahun-tahun menunggunya. Begitu dikerjakan cukup tiga hari langsung selesai. Semoga ini menjadi amal ibadah rekan-rekan relawan semua, apalagi dilaksanakan di Bulan Ramadan, kata Ade Makmun

Pengakuan senada disampaikan Kang Usep, tokoh masyarakat dan aktivis perhutanan setempat. Dia mengatakan jembatan gantung darurat sederhana ini sangat bermanfaat karena memang sangat dibutuhkan oleh warga terutama sebagai penghubung antar dusun dan antar kampung.

Kehadiran jembatan ini juga membuat waktu tempuh terpangkas hingga setengah jam. Kontur daerah di wilayah ini berbukit dan sebagian besar masih berupa tanah berbatasan dengan hutan. Sehingga cukup berat bagi para siswa, petani, dan pekebun jika harus berputar untuk mencapai sekolah, pasar, kebun, dan keluarga di kampung lain.

Inginnya kami, kalau bisa kami minta dibuatkan jembatan lagi di titik yang lain, ujar Kang Usep sambil tersenyum. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ANDI, FEBI, DAN UANG IURAN PGRI: GURU...

Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...

429


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved