BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) perdana berhasil melakukan tindakan Trombolitik. Trombolitik atau trombolisis merupakan metode pengobatan pasien stroke yang bertujuan melarutkan gumpalan darah berbahaya. Kemudian, gumpalan darah tersebut dapat menyumbat pembuluh darah arteri dan vena.
Luar biasanya, pasien atas nama Ny. J berusia 51 tahun berhasil ditangani tanpa komplikasi. Warga Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, itu kini kondisinya jauh membaik.
Direktur RSUD Abdul Moeloek Lukman Pura langsung mengapresiasi kesuksesan tim code stroke RS plat merah kebanggaan masyarakat Lampung ini. Terlebih, J adalah pasien pertama trombolitik stroke iskemik.
Penyumbatan pembuluh darah arteri dan vena bisa meningkatkan resiko gangguan kesehatan serius yang mengancam keselamatan jiwa pasien. Satu di antaranya menyebabkan stroke iskemik, ucap Lukman Pura dalam rilisnya, Senin (30/1/2023).
Tanda-tanda itu terjadi pada pasien J. Dia mengeluh mulut merot, mata berat untuk dibuka, rasa kesemutan dan kebas.
Ny. J datang ke fasilitas pelayanan Stroke Center pada, Rabu (18/1/2023). Pasien mengalami gejala tersebut sekira pukul 17.00 WIB, dan tiba di rumah sakit pukul 19.30 WIB, ungkap Lukman Pura.
Tim segera melakukan pemeriksaan penunjang CT Scan dan laboratorium. Sehingga ini masuk dalam kriteria tindakan pasien trombolitik.
Kemudian, terus dilakukan observasi tanpa ada komplikasi pendarahan. Satu jam setelah tindakan, pasien mengatakan bahwa (mulut) merot dan kebas berkurang.
Selamat buat tim code stroke, karena ini pasien pertama trombolitik stroke iskemik. Kita juga doakan pasien pulih dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga, ujar Lukman Pura.
Sebelumnya, RSUD Abdul Moeloek juga sukses melaksanakan tindakan insersi kateter Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) perdana pada pasien gagal ginjal. Pasien bernama Tn.A (38 tahun), asal Kabupaten Pringsewu.
Tim Nefrologist di Instalasi Uro-Nefrologi dipimpin dr. Lukman Pura Sp.PD., KGH. MHSM. Adapun tim yang terlibat dalam metode cuci darah yang dilakukan lewat perut tersebut di antaranya, dr. Imam Ghozali., Sp.An., M.Kes., KMN., dan dr. Yusmaidi, Sp.B., KBD, serta Perawat Kamar Bedah, Penata Anesthesi dan tentunya Perawat CAPD juga turut ambil bagian.
Lukman Pura menjelaskan, metode CAPD tentunya memberikan peluang dan informasi kepada masyarakat Lampung bahwa tersedia pilihan alternatif terapi pengganti ginjal selain cuci darah. CAPD merupakan metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum), yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah, sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa, kata Lukman Pura. (***)
Sumber : Rilis Humas RSUDAM
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15150
EKBIS
7436
Bandar Lampung
4829
464
01-Apr-2025
554
01-Apr-2025
526
01-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia