Prasetyo mengungkapkan, keberhasilan tersebut berdampak langsung pada kebijakan impor beras. Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras, sementara cadangan beras nasional tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mendorong agar keberhasilan swasembada beras diikuti dengan percepatan swasembada komoditas pangan lainnya, seperti jagung, bawang, ikan, dan telur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa per 31 Desember 2025 Indonesia resmi swasembada beras, dengan cadangan beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Capaian ini bahkan melampaui rekor cadangan beras pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Dengan tercapainya swasembada beras, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat optimisme masyarakat bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (Krs)
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
12525
Lampung Selatan
499
Kominfo Lampung
505
Kominfo Lampung
512
7541
28-Mar-2026
459
17-Mar-2026
444
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia