Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sayonara, Mulai 31 Juli Seluruh Gerai Giant Supermarket di Indonesia Tutup Termasuk Lampung
Lampungpro.co, 26-May-2021

Amiruddin Sormin 5490

Share

Gerai Giant Express di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung, tutup usai Lebaran. Foto dibidik, Rabu (26/5/2021). LAMPUNGPRO.CO/FEBRI

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Tanpa publikasi dan pemberitahuan, gerai Giant Ekspress di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, tutup pasca Lebaran kemarin. Inilah gerai terakhir Giant di Lampung, setelah sempat memiliki empat gerai dan yang terbesar di Jalan Pangeran Antasari.

Sebenarnya, gelagat bakal tutup ini tampak sejak akhir Februari 2021. Giant mulai memasang pengumuman menjual semua peralatan seperti troli belanja hingga brankas. Bahkan memasang banner besar di luar toko bertuliskan 'Diskon Semua Harga, Obral Besar, Semua Harus Terjual Habis." 

Tak ada lagi tulisan Giant Ekpress di bangunan yang kini kosong melompong. Bahkan logo siger yang menempel di depan toko nyaris jatuh dan tak tegak lagi. Tutupnya gerai ini, menambah cerita penutupan Giant Extra Antasari tutup pada 22 Desember 2020. setelah sebelumnya Giant Ekpres Kemiling dan Giant Ekpres Kedamaian. 

Dikutip dari Suara.com (jaringan Lampungpro.co), Rabu (26/5/2021), Giant Supermarket, menjadi brand besar yang harus menyerah pada keadaan. Secara resmi akan menutup seluruh gerai di Indonesia pada bulan Juli 2021 mendatang. Tentu saja keputusan ini membuat banyak pihak merasa dirugikan. 

Namun sederet alasan mengapa Giant tutup juga telah diungkapkan oleh pihak manajemen. Alasan utama mengapa gerai Giant akan tutup adalah pihak perusahaan ingin memfokuskan bisnis pada brand lain yang dimiliki. Brand ini antara lain IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan Giant.

Mungkin masih cukup segar dalam ingatan, bahwa Hero Supermarket sebelumnya pernah meramaikan pasar toserba di Indonesia, sebelum kemudian digantikan dengan merk dagang Giant. Namun demikian, ucapan terima kasih telah disampaikan pada seluruh jajaran karyawan dari pihak manajemen.

Kemungkinan penutupan Giant secara bertahap akan mulai dilakukan, sehingga mau tidak mau sebagian karyawan, dan nantinya seluruh karyawan, akan dirumahkan secara permanen. Untuk kejelasan nasib karyawan akan didiskusikan kembali, mengingat rencana besar dari PT Hero Supermarket juga akan melakukan pembukaan gerai brand lain yang berada di bawah naungannya, hingga periode 2022 nanti. 

Tumbangnya 'raksasa' Giant bukan karena bisnis online, meski cukup banyak isu berkembang bahwa penutupan awal (sejumlah enam gerai Giant) karena transaksi online. Namun Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan hal ini tidak berhubungan. Total transaksi online yang terjadi saat ini masih di bawah 10%.

Dari sisi efektivitas bisnis, pihak manajemen sendiri mengaku penutupan gerai Giant ini merupakan hal yang biasa, dan menjadi strategi perusahaan dalam melakukan efektivitas bisnis yang dikelolanya. Tentu tidak sedikit karyawan yang berharap bisa tetap memiliki pekerjaan di bawah perusahaan ini. Apalagi jumlah karyawan yang bekerja di bawah nama Giant juga cukup banyak. Semoga bisa bangkit kembali, termasuk di Lampung. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Fotografer: Febri Montoya 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16460


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved